Demi PAD, DPRD Gresik Siap Adopsi Tata Kelola Wisata di Bandung

Demi PAD, DPRD Gresik Siap Adopsi Tata Kelola Wisata di Bandung Dari kanan Sekretaris KWG M. Syuhud A, Abdul Hamid, Sri Susiagawati, Ari Astutik PR, Angga P dan Didik H. foto: syuhud/ bangsaonline

"Kemudian Pemkot Bandung juga menggandeng pihak III, karena di Bandung banyak wisata yang lahannya menjadi wewenang pemerintah pusat seperti Perum Perhutani dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA).  Jadi tak ada masalah obyek wisata asetnya milik pemerintah pusat. Tapi karena lokasinya di wilayah kami (Kota Bandung) maka kami berhak mengelolanya. Teknisnya dengan kerjasama," terangnya.

Suksesnya pengelolaan objek wisata di Kota Bandung juga tak lepas dari sinergitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai Disbudpar yang mengurus pariwisata, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) yang ngurus infrastruktur jalan, Dinas Kesehatan (Dinkes) yang menangani kesehatan para pengunjung dan OPD terkait lain.

Sementara Ketua DPRD Gresik H. Abdul Hamid menyatakan studi banding ke Bandung dengan materi pembelajaran tentang pengelolaan objek wisata sebagai sumber PAD. Menurutnya, Kota Bandung sukses dalam pengelolaan objek wisata.

"Obyek wisata di Bandung kebanyakan berupa pegunungan, sementara daerah kami, Gresik berupa pesisir. Jadi secara geografis tak sama. Namun, dari segi obyek pendapatan sama sektor pariwisata. Makanya, kami perlu belajar ke Bandung karena sudah tertata bagus, sehingga banyak berbuah PAD," katanya.

PAD Kota Bandung dari sektor objek wisata sangat besar, mencapai Rp 1 triliun. "Dari kekuatan APBD Bandung tahun 2018 kisaran Rp 6,36 triliun, total PAD dari objek wisata penyumbang 30 persennya," terangnya.

Hamid menyatakan di Kabupaten Gresik ada sejumlah wisata religia yang sudah bisa mendapatkan PAD seperti Makam Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrohim. "Dua objek wisata religi tersebut sudah menghasilkan PAD Rp 2 miliar lebih per tahunnya," jelasnya.

"Saat ini, Pemkab Gresik berupaya mengembangkan sejumlah wisata alam dan bahari. Di antaranya, wisata alam dan bahari di Pulau Bawean, Bukit Surowati di Kecamatan Panceng, dan Pantai Delegan Kecamatan Panceng."

"Selain itu, Pemkab Gresik juga berupaya memanfaatkan eks tambang PT. Semen Indonesia sebagai obyek wisata. Kami juga tengah berupaya untuk memanfaatkan pabrik Semen Gresik yang sudah tutup sebagai wisata industri," pungkasnya. (m.syuhud almanfaluty/adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO