PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga Dusun Garuk, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan melakukan aksi untuk menolak adanya penggalian tanah yang dilakukan warga di luar daerahnya sendiri, Selasa (27/3).
Kepala Dusun Garuk Muri melalui RT 1 Moh. Syaifuddin mengatakan, aksi penolakan karena warga resah terhadap penggalian tanah. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan dikemudian hari.
Baca Juga: Gelar Wisuda ke-V, Ketua STISA Pamekasan Apresiasi Perjuangan Wisudawan
"Warga menolak ada galian karena hal itu membahayakan lingkungan sekitar," jelasnya.
Menurut Syaifuddin, penggalian tanah dengan alat berat sudah lama dilakukan oleh orang luar Dusun Garuk. Warga meminta agar penggalian tanah harus dihentikan selamanya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Tolong diberhentikan secara permanent demi kondusifnya masyarakat," katanya.
Baca Juga: Sepanjang 2024, Damkar Pamekasan Tangani 174 Kebakaran dan 13 Animal Rescue
Bersamaan dengan penolakan itu, masyarakat Dusun Garuk melayangkan surat pernyataan penolakan yang ditandatangani oleh warga dan dikirim langsung Kepala Desa (Kades) Blumbungan, Camat Larangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, serta Komisi 1 DPRD Pamekasan.
Sementara itu, Kopka Syaiful Bahri salaku Babinsa Desa Blumbungan membenarkan warga Dusun Garuk mengadakan aksi penolakan terhadap galian tanah. "Kami mencoba memediasi warga dengan pengelola pengerukan tanah agar suasana tetap kondusif," tuturnya.
Sedangkan Ismail SH selaku ketua komisi I DPRD kabupaten pamekasan siap untuk memediasi antara warga dengan pengusaha galian serta OPD terkait masalah ini.
Baca Juga: Pimpin Upacara Hari Bela Negara ke-76, Pj Bupati Pamekasan: Momentum Perkuat Kesatuan Bangsa
"Kami masih menunggu surat pernyataan penolakan dari warga," ungkapnya saat dihubungi melalui media WhatsApp. (err/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News