Tampak tumpukan jurigen berisi air jahe di lapak Tauwa Pak Yudi... foto: Retno/ BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pagi hari, Jl Darmo Harapan 1 selalu ada mobil berjejer untuk mengantre membeli Tauwa Pak Yudi.
Yudiono (43) mengawali usaha jual tauwa sejak tahun 1998 dengan berkeliling menggunakan motornya. Berpikir untuk membuka usaha, tauwa menjadi pilihan Yudi agar dirinya tidak lagi ikut orang untuk mencari nafkah.
BACA JUGA:
- Quds Royal Hotel Surabaya Gelar Festival Pecel Pincuk
- Ramadhan Fiesta Bazaar Quds Royal Hotel Surabaya Resmi Dibuka, Hadirkan Kuliner Ampel
- Festival Kopi Quds Royal Hotel Surabaya Meriahkan Akhir Tahun dengan Literasi dan Seni
- Festival Sambelan Nusantara Quds Hotel Suguhkan Cita Rasa Daerah, Bikin Tamu Ketagihan
“Awalnya saya jual bakso, dan itu ikut orang. Jadi saya berpikiran untuk buka usaha sendiri aja, dan tiba-tiba kepikiran buat tauwa,” ungkap Yudi.
Semua bahan yang Yudi butuhkan diperoleh dari Pasar Pabean, dan semua bahan Yudi kelola sendiri di bantu oleh sang istri. “Saya masak sendiri semuanya, tauwa, kacang, dan kuah jahe. Kalau cakue itu ngambil dari orang,” ucapnya.
Untuk saat ini, Yudi sudah memiliki 4 orang karyawan untuk membantunya berjualan, dan kebanyakan pembeli berasal dari perumahan tersebut, dan tak jarang rela mengantre demi mendapatkan tauwanya. “Kebanyakan yang beli memang orang cina, biasanya habis nanti jam 2, bukanya jam 7 pagi,” jelas Yudi.
Bertempat di jalan Darmo Harapan 1, ada beberapa orang yang juga berjualan tauwa seperti tauwa Pak Yudi, namun tempat Yudilah yang paling banyak didatangi pembeli dan tak pernah sepi pengunjung. Yudi tidak takut akan persaingan usaha tauwanya, karena Yudi sendiri sudah punya banyak pelanggan tetap dan tauwa miliknya memiliki cita rasa berbeda dari pada tauwa yang lain.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




