Para tokoh lintas agama saat memberokan pernyataan sikap bersama di aula Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) yang juga mendapat serangan bom. Foto : DIDI R/BANGSAONLINE
Kepada warga Surabaya yang sedang diancam bom, lanjut Gultom, pihaknya menyerukan supaya tetap tenang dan tak panik serta selalu bekerjasama dengan seluruh elemen Bangsa.
"Ini bukan serangan muslim kepada kristen tapi orang tak tak setuju Pancasila di Indonesia. Jadi ini persoalan seluruh warga bangsa," tegas Gultom.
Sementara itu ketua PCNU Kota Surabaya, Dr. Achmad Muhibbin Zuhri menjelaskan jika ada elemen bangsa yang sakit apapun agamanya itu juga akan menyakiti NU. Sebab sejak awal pendirian bangsa ini NU komitmen kalau Indonesia adalah bhineka tunggal ika.
"Kami yakin pelaku bom bunuh diri itu tidak amalkan Islam dan ajaran agama apapun. NU mengecam kekerasan yang mengatasnamakan agama," tegas Muhibbin Zuhri.
Bagi NU, lanjut Muhibbin komitmen kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) itu harus terus dijaga bersama-sama. Namun lebih dari itu juga perlu menjaga ukhuwah basariyah (kemanusian). Karena itu atas nama umat Islam, khususnya NU mengucapkan bela sungkawa kepada para korban.
"Sebagai pemimpin-pemimpin agama, ini tanggungjawab kita bersama untuk mendidik umat masing-masing agar memahami agama dengan benar. Mari kita bekerjasama untuk melawan aksi terorisme. NU juga posko kemanusiaan supaya bisa memberikan ketentraman. Bahkan kalau diperlukan Ansor bersama banser siap membantu aparat kalau diperlukan," pungkas pria yang akrab disapa Cak Ibin itu. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




