Diungkapkan Emil Dardak, "saya sangat bersyukur sekali SPSI dan organisasi sarikat-sarikat pekerja yang ada di Jawa Timur ini memberikan dukungan dengan syarat kami memberikan pakta integritas, pakta komitmen yang akan benar-benar memperjuangkan aspirasi para buruh dan menjalin komunikasi yang benar-benar bisa diakses oleh para buruh," ungkap penggagas pelayaran perintis selatan Nusantara ini.
Ditambahkan Waketum APKASI tersebut, "selain itu APBD ini harus juga memperhatikan pengembangkan kompetensi buruh. Mungkin kita bisa bikin seperti di Singapura, ada sebuah center yang memberikan employment yang mempersiapkan buruh-buruh di Singapura mampu menjempu era revolusi industri ke-4, kenapa hal ini tidak kita buat di Indonesia," tutur doktor termuda Jepang ini.
Dicontohkan olehnya PT Aneka Coffee Industri, "perusahaan ini adalah perusahaan hi-tech, pekerjanya cuma sebanyak 350an pekerja, karena produksinya menggunakan alat tekhnologi tinggi sehingga para pekerjanya benar benar terlatih seperti analis kimia dan jurusan lainnya. Ada kemungkinan perusahaan lain juga akan menggunakan mensin berteknologi tinggi sehingga perlu dipikirkan kesiapan para buruh untuk menyambut ini," terangnya lagi.
Sekjen DPC Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM - SPSI) Sidoarjo, Wahono ditemui di Aneka Coffee Industri membenarkan arah dukungan terhadap Kofifah-Emil.
"Kami memandang Bu Khofifah sangat bagus ketika menjabat menteri sosial sedangkan Mas Emil kerjanya juga sangat luar biasa memimpin di Trenggalek. Jadi apa salahnya bila kita dukung untuk memimpin Jawa Timur," tegas Wahono.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa yang membuat dirinya bersama kaum buruh tambah yakin untuk memilih Khofifah dan Emil Dardak karena pasangan ini dinilai sangat konsen terhadap pekerja. Bahkan dirinya menyatakan akan bergerak dan mengajak seluruh buruh untuk mendukung sekaligus memenangkan Khofifah-Emil saat pencoblosan pada 27 Juni 2018.
"Namun meskipun mendukung Khofifah-Emil bilamana nanti kebijakan pemerintah nantinya merugikan kaum buruh tentunya kami akan tetap mengkritisi, jadi dukungan kami objektif," pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




