Bupati Kediri dr. Hj Haryanti Sutrisno (tengah) bersama para nominator lain pada Anugerah Wisata Jawa Timur 2018.
"Saat ini di Jawa Timur belum memiliki wisata kuliner yang menjadi ciri khas daerah. Saya berharap ke depannya daerah-daerah akan muncul wisata kuliner yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung," terangnya.
"Selain itu yang harus diperhatikan adalah kebersihan di area wisata. Dengan kebersihan akan mempercantik tempat wisata tersebut dan wisatawan menjadi betah. Wisata alam kita memang indah, tapi sangat disayangkan jika tercermar oleh kotoran-kotoran yang merusak pemandangan," terangnya.
"Tempat ibadah dan toilet yang bagus juga merupakan salah satu pendukung yang menarik pengunjung nasional maupun mancanegara," imbuhnya.
Bupati Kediri melaui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ir. Adi Suwignyo, M.Si mengatakan sejak meletus tahun 2014 silam, Wisata Gunung Kelud mulai berbenah. Setiap libur akhir pekan atau libur nasional banyak sekali wisatawan yang datang. Mereka datang dari berbagai daerah hanya untuk menikmati pemandangan alam eksotis Gunung Kelud.
"Selain pemandangan Gunung Kelud didukung pula dengan wisata buatan seperti taman Agro Margomulyo, wisata Jeep Offroad, wisata berkuda dan masih bayak lagi. Selain itu wisatawan yang datang dapat membawa pulang oleh-oleh khas yaitu nanas Kelud," terangnya.
"Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri juga sering menggelar event besar seperti Festival Kelud yang didalamnya terdapat rangkaian acara seperti KVRR, Gelar Pameran UMKM, Kenduri Nanas, Lomba Layang-Layang dan masih banyak lagi. Tujuannya adalah sebagai ajang promosi agar Wisata Gunung Kelud lebih dikenal oleh masyarakat se-Indonesia bahkan mancanegara," jelasnya. (adv/kominfo/rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




