Badrul Aini, Anggota Komisi II DPRD Sumenep yang juga warga Kepulauan.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Kapal Baru Saranasegara Indonesia (ASSI) resmi diluncurkan akhir Oktober 2018. Namun, kapal baru tersebut sampai saat ini belum dioperasikan. Alasannya, surat perizinan bungker belum keluar.
Selain itu, buku kuota bahan bakar minyak (BBM) juga belum keluar. Setiap pengisian BBM harus ada buku bungker, karena KMP DBS III disii BBM bersubsidi.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
Anggota Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini mengutarakan, pemkab tidak ada alasan untuk tidak mengoperasikan KMP (Kapal Motor Penumpang) DBS (Dharma Bahari Sumekar) III. Sebab, Bupati A Busyro Karim sudah melantik dua direksi PT Sumekar. ”Yang penting DBS III segera dioperasikan. Karena terlalu lama dibiarkan tidak jelas,” kata dia.
Belum beroperasinya DBS III menjadi pertanyaan dan keluh kesah warga kepulauan. Terlebih, musim penghujan dan cuaca buruk seperti sekarang ini.
Tentu kehadiran DBS III itu untuk menjawab kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan saat cuaca tidak bersahabat atau ketinggian ombak di atas rata-rata. ”Setelah datang itu, (DBS III, Red), kita hanya bisa melihat DBS III terapung-apung yang sedang ditambat,” ujar Badrul yang juga warga Kepulauan.
Padahal, kapal itu sangat dibutuhkan warga, utamanya warga kepulauan. Saat ini banyak transportasi laut tidak bisa berlayar karena terkendala karena cuaca yang sering kali tidak bersahabat. ”Saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat kepulauan. Tapi kenyataannya hingga sekarang belum beroperasi,” ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




