Suasana hearing penutupan akses masuk Fakultas Vokasi Unair di Gresik. foto: SYUHUD A/BANGSAONLINE
Sementara Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof. Dr. Widi Hidayat dalam kesempatan itu membenarkan, bahwa pihaknya sudah menyiapkan opsi seandainya pintu gerbang tetap tak diizinkan untuk dibuka. Yakni, Fakultas Vokasi akan melakukan merger dengan Lamongan.
"Itu opsi terakhir. Dan, saya berharap itu tidak terjadi," katanya.
Selain sebagai akses masuk, Prof Widi juga menyampaikan pentingnya pintu gerbang tersebut. Yakni, lantaran Fakultas Vokasi Unair Gresik saat ini tengah menghadapi asesor untuk menuju akreditasi A. "Nah, di antara salah satu syarat kampus bisa masuk akreditasi, maka infrastruktur kampus harus memehuni syarat. Salah satunya, punya akses pintu masuk sendiri. Kalau nanti Fakultas kami ini tak ada akses masuk, sudah dipastikan kami tak lolos akreditasi," jelasnya.
Wakil Dekan Fakultas Vokasi, Imam Susilo menambahkan, selain opsi merger ke Lamongan, pihaknya juga menyiapkan opsi kedua. Yaitu menarik mahasiswa untuk digabung dengan Fakultas Keperawatan Unair (S1) di Surabaya. "Namun kalau klir, tetap di Gresik. Tapi, saya berharap bisa klir," katanya.
Selain membuat kampus tak memiliki akses masuk, Imam Susilo mengungkapkan pembangunan trotoar itu membuat fakultas selalu kebanjiran saat hujan, karena air tak bisa terbuang ke box culvert.
Di sisi lain, Kepala DPUTR Gunawan Setijadi menjelaskan, pembangunan trotoar dilakukan dengan beberapa pertimbangan. Di antaranya, karena Bupati Sambari ingin keindahan di wilayah tersebut. Solusi terkait hal ini, ia mengaku telah merencanakan pembangunan drainase untuk pembuangan air. "Nanti akan dibuat agar tak banjir," terangnya.
Rekomendasi dari dewan yang meminta Fakultas Vokasi Unair tetap dipertahankan di Gresik, direspon gembira para mahasiswa. "Kami sangat senang menyambut keputusan DPRD itu. Dan, sampai saat ini kami tetap kuliah," kata salah satu mahasiswa. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




