Hartini, Kepala Sekolah TK PGRI 2 Kebonwaris bersama para guru.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Di era milenial seperti zaman sekarang ini, ternyata masih ada lembaga sekolah yang membudayakan bahasa jawa kepada anak didiknya. Hal itulah yang diterapkan Taman Kanak-kanak (TK) PGRI 2 Kebonwaris, Pandaan, Pasuruan.
Hartini, Kepala Sekolah TK PGRI 2 Kebonwaris menyampaikan, selain sebagai bentuk pelestarian budaya, penerapan bahasa jawa juga bertujuan agar anak didiknya mampu berkomunikasi di lingkungan dengan baik.
BACA JUGA:
- Pelantikan Rektor Unmer 2026-2030, Wali Kota Pasuruan Tekankan Investasi SDM
- Launching Sekolah Prime, Wali Kota Pasuruan Dorong Pendidikan Berbasis Karakter dan Kearifan Lokal
- Sekolah Rakyat Pasuruan di Kabupaten Pasuruan, 150 Siswa Rentan Mulai Belajar Berasrama
- Hadiri Pelantikan Rektor Uniwara, Wali Kota Pasuruan Dorong Akselerasi Pendidikan
"Bahasa jawa yang diajarkan di sekolah kami bahasa Kromo Inggil yang diterima oleh kalangan masyarakat Jawa. Misalnya, dalam komunikasi dalam penyebutan kata "kamu" yang sebelumnya menggunakan koen, koe, awakmu, dan riko, kami upayakan untuk diganti dengan panjenengan atau sampean," tuturnya kepada BANGSAONLINE.com di kantornya, Jumat (8/2).
Hartini menceritakan bahwa metode ini dijalankan sejak dua tahun lalu. Praktik bahasa tersebut ia khususkan hari Jumat saja. Sedangkan untuk hari lainnya tetap seperti umumnya, berbahasa Indonesia.
Sistem pembelajaran tersebut mendapat perhatian dari Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, (DK3P).
Ketua DK3P Bagong Sinakarto mengapresiasi TK PGRI 2 Kebonwaris yang dianggapnya turut melestarikan bahasa daerah. Tentunya bagong berharap kepada lembaga lainnya untuk ikut peduli kepada bahasa daerah. "ini perlu dijadikan barometer untuk sekolah lainnya, karena pembelajaran bahasa daerah hampir punah di lingkungan pendidikan sekarang," cetusnya. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




