Abdul Munif (kanan) bersama Ketua MUI KH. Mansoer Shodiq dan Penasehat MUI KH. Nur Muhammad. Foto: SYUHUD A/BANGSONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik melakukan langkah cepat menyikapi banyaknya desa yang tak memiliki modin, karena meninggal dunia.
"Banyak laporan masuk ke MUI bahwa sejumlah desa tak memiliki modin setelah modin meninggal. Padahal peran modin sangat dibutuhkan di desa-desa," ujar Sekretaris MUI Gresik Abdul Munif,.
BACA JUGA:
- Polres Gresik Lumpuhkan Residivis Curat di Jombang
- KIPG Genap 40 Tahun, Inovasi Insan Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Rp154 Miliar
- Tinjau Kopdes Merah Putih di Gresik, Tim Kantor Staf Presiden Harap Gerai Segara Terisi
- MUI Gresik Respons Viralnya Grup FB Diduga Komunitas Gay, Minta Ada Langkah Pencegahan
Ditegaskan Munif, modin memiliki peran strategis di desa-desa. Di antaranya, mengurus warga yang meninggal. "Sejumlah desa yang tak ada modin harus ambil modin dari desa lain untuk mengurus warga meninggal," jelasnya seraya menyatakan bahwa hal ini disebabkan karena masyarakat tak tertarik untuk menjadi modin.
Untuk itu, lanjut Munif, MUI saat ini gencar turun ke desa-desa untuk rekrutmen warga yang mau menjadi modin. MUI memberikan ilmu tentang kemodinan. Mulai tata cara merawat jenazah seperti memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan mengukuburkan.
"MUI ada anggaran untuk penyuluhan dan pendidikan bagi masyarakat yang ingin menjadi modin. Anggarannya Rp 5 juta untuk masing-masing kecamatan," imbuhnya.
Diharapkan, dengan adanya penyuluhan modin, banyak masyarakat bersedia menjadi modin. Sehingga, desa-desa yang kekosongan modin segera bisa terisi. "Mudah-mudah MUI segera bisa mengisi kekosongan modin di sejumlah desa," pungkasnya. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




