Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) yang juga dihadiri Wagub Emil Dardak. Ratas itu membahas tentang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. foto: ist
Sebagai contoh, Kabupaten Bangkalan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kurang gizi yang cukup berat. Pemerintah Prov Jatim bersama Pemkab Bangkalan bisa menggandeng Universitas Trunojoyo Bangkalan untuk berupaya bersama memberikan pengertian kepada masyarakat.
Misalnya, diawali pada tahun 2019 di satu kecamatan menyosialisasikan pentingnya gizi. Sehingga, bisa dipetakan dan menjadi skala prioritas di tahun selanjutnya yang kemudian bisa diterapkan di kecamatan lainnya.
"Kenapa harus satu kecamatan dulu? Karena biar bisa lebih fokus dalam menyosialisasikannya," jelasnya.
Selanjutnya, perbaikan gizi juga dipengaruhi oleh adanya sarana jamban yang memadai di lingkungan masyarakat. Dan sampai saat ini, baru 64% rumah tangga yang sudah berjamban. Titik-titik yang belum ada jambannya sudah teridentifikasi. Sebagian besar berada di wilayah tapal kuda.
"Apa yang bisa dilakukan intervensi oleh pemerintah terkait jamban? Pemerintah bersama pemkab atau pemkot bisa bersama-sama melakukan jambanisasi," imbuhnya.
Pemerintah sendiri berencana membuat jamban komunal, di mana setiap lima mandi, cuci, kakus (MCK) terdapat satu safety tank.
"Seperti sosialisasi tentang gizi, penyediaan jamban juga difokuskan menjadi role model sehingga bisa jadi referensi bagi daerah lain," ungkapnya.
Oleh karena itu, Gubernur Khofifah mengimbau agar dalam membangun jamban, masyarakat bisa melakukannya dengan bergotong royong. "Ditargetkan lima tahun mendatang sudah 99 persen rumah tangga di Jatim memiliki jamban," tambahnya. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




