Diberhentikan Secara Massal, Pengurus Yayasan Permata Mojokerto Berencana Gugat Perdata

Diberhentikan Secara Massal, Pengurus Yayasan Permata Mojokerto Berencana Gugat Perdata Para Pengurus Yayasan Permata Mojokerto saat jumpa pers.

"Diduga, pemberhentian ini terkait dengan keterlibatan para pengurus tersebut dalam Garbi (Gerakan Arah Baru lndonesia), sebuah ormas yang digagas oleh Fahri Hamzah," ungkapnya.

Sementara, lanjut Edy, di pihak pembina yayasan, ada Ivan Hambali, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota . Sudah diketahui umum, bahwa Fahri Hamzah berperkara dengan PKS.

"Beberapa waktu sebelumnya, Anwar Sidarta salah satu pembina, juga meminta kepada ketua yayasan agar memecat konsultan sekolah dengan alasan konsultan tersebut aktivis Garbi. Namun permintaan itu ditolak, karena secara profesionalisme tidak ada kesalahan yang dilakukan," pungkasnya.

Kampanye terselubung juga secara masif dilakukan oleh PKS melalui kader-kadernya di SIT Permata dengan mengondisikan wali murid pada angka tertentu.

Untuk diketahui, Cholid Firdaus bersama jajaran Pengurus Yayasan Permata telah melakukan penataan sekolah mengacu pada Standard Pendidikan Nasional dengan prestasi yang membanggakan.

Prestasi akademis, pembangunan sarana prasarana maupun kesejahteraan guru mengalami peningkatan yang signifikan dalam masa bhakti pengurus yayasan saat ini.

Peristiwa pemberhentian organ yayasan ini juga terjadi di banyak tempat lainnya. Baik pemberhentian secara langsung, ataupun pengondisian agar keluar dari lembaga atau sekolah.

Ini merebak sejalan dengan gesekan yang memanas antara kader-kader PKS di lembaga-lembaga tersebut dengan pengurus ataupun karyawan yang diketahui berafiliasi ke Garbi.

Jika demikian yang terjadi, maka amat disayangkan bahwa dinamika politik mengimbas pada profesionalisme pengelolaan Lembaga Pendidikan. Apalagi, konon Yayasan Permata didirikan oleh kader-kader PKS yang selalu mengedepankan profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

Tentu ini adalah kenyataan yang paradoks jika terbukti terjadi kesewenang-wenangan dan perilaku yang jauh dari norma kesopanan. (ris/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pandemi, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Ajak Anggotanya Peduli Sesama':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO