Sosialisasi oleh KAI Daop 7 Madiun.
MAGETAN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 Madiun sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api (KA) dan pengguna jalan di perlintasan sebidang jalur KA kepada perwakilan warga tiga desa dalam satu Kecamatan Barat, di aula Kantor Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat Kabupaten Magetan, Rabu (28/08/2019).
Manajer Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko menuturkan, sosialisasi dilakukan karena seringnya terjadi temperan kendaraan dengan KA di perlintasan sebidang jalur KA. Sehingga, menimbulkan banyak korban baik luka-luka sampai meninggal dunia. Tercatat, selama Januari s/d Agustus 2019 terdapat 29 korban jiwa akibat kecelakaan KA.
BACA JUGA:
- Gelar Senam Rutin dan Cek Kesehatan, Pemdes Sangen Madiun Jaga Kebugaran Warga Lansia
- JKN Bikin Tenang Jelang Persalinan, Ibu asal Madiun ini Tak Lagi Khawatir Soal Biaya Kesehatan
- TPA Kaliabu Hampir Penuh, CV Kahfi Corp Adakan Inovasi Terkait Larangan Buang Sampah Bagi Pengusaha
- Polres Madiun Kota Ungkap Kasus Curanmor dan Perusakan
Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan penutupan perlintasan jalur KA di Desa Tebon tepatnya masuk emplasemen Stasiun Barat KM 175+843.
Sosialisasi ini dihadiri oleh Forkompincam (Koramil, Polsek, Dishub, LPM, Camat, dan Kepala Desa Tebon). Sebagai narasumber dari PT KAI Daop 7 Madiun adalah Manajer Pengamanan Objek Vital dan Aset Moh. Safriadi dan Manajer Humas Ixfan Hendriwintoko.
Safriadi menjelaskan, tindakan penutupan tersebut dilakukan PT KAI Daop 7 Madiun sesuai amanah UU No.23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian, pasal 94 yang menyebutkan:
a. Untuk keselamatan perjalananan kereta api dan pemakai jalan, pelintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




