Minggu, 28 Februari 2021 00:56

​Edan, Enam Anggota Keluarga Dibunuh dengan Racun Sianida dalam Kurun Waktu 14 Tahun

Senin, 07 Oktober 2019 22:45 WIB
Editor: Choirul
​Edan, Enam Anggota Keluarga Dibunuh dengan Racun Sianida dalam Kurun Waktu 14 Tahun
Cantik sih cantik, tapi kejam dan tanpa perasaan. foto: net

BANGSAONLINE.com – Sebuah pengakuan mengejutkan dunia, meluncur dari mulut Jolly Thomas (47), seorang perempuan tokoh masyarakat di negara bagian Kerala, India selatan. Dalam kurun waktu 14 tahun, dia membunuh enam sanak keluarganya, dengan cara mencampurkan racun sianida dalam makanan.

Korban pertama adalah ibu mertuanya, pada tahun 2002 dan yang terakhir istri sepupunya pada tahun 2016.

Kecurigaan polisi mulai muncul, ketika menemukan fakta, Jolly Thomas selalu terlihat di TKP, saat terjadi kematian demi kematian. Dan polisi menemukan catatan bahwa, kematian itu datang setelah korban menyantap makanan.

Diduga Jolly Thomas yang sangat ngetop dan populer di Kozhikode, ingin menguasai harta keluarga.

Menurut polisi, keracunan pertama adalah ibu mertua Thomas, yang meninggal pada 2002 setelah makan sup daging kambing.

Pada 2008, ayah mertuanya meninggal, diikuti suaminya pada 2011, yang menurut polisi meninggal setelah makan nasi dan kari. Autopsi yang dilakukan pada tubuh korban mengonfirmasi adanya zat beracun di perut. Tetapi polisi memperlakukan kematiannya sebagai bunuh diri.

Kemudian, paman suami Thomas juga ikut dibunuh dengan cara diberi kopi yang diduga dibubuhi sianida. Kabarnya, paman suami Thomas dibunuh karena ia bersikeras meminta postmortem dilakukan pada keponakannya.

Pada tahun 2014, polisi mengatakan Thomas membunuh putrinya yang berumur dua tahun. Kemudian, Scaria Shaju, istri sepupunya juga ikut dibunuh pada 2016.

Setahun kemudian Jolly Thomas dan Shaju menikah. Shaju mengaku kepada polisi bahwa dia tidak tahu jika Thomas berada di belakang kematian istri dan putrinya. Tetapi dia telah ditangkap bersama dengan orang ketiga.

Pada hari Jumat lalu, polisi menggali sisa-sisa dari pemakaman lokal dan mengatakan bahwa mereka mengkonfirmasi keracunan sianida di setiap kematian. Pada hari Senin (7/10), Thomas mengaku semua pembunuhan.

Sumber: Guardian
Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 27 Februari 2021 06:11 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perdebatan Dahlan Iskan, wartawan kawakan, dengan Irwan Hidayat, pemilik pabrik jamu Sido Muncul ini menarik. Irwan Hidayat mengaku sukses karena hoki, bukan hasil kerja keras. Tapi Dahlan Iskan menolak, tak percaya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...