
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Hingga mamasuki minggu II Desember, beberapa proyek di Kabupaten Pasuruan yang menelan anggaran miliaran rupiah belum rampung. Padahal, batas waktu kontrak yang diberikan kepada penyedia jasa tinggal beberapa hari lagi.
Dari data yang dimiliki BANGSAONLINE.com menyebutkan, pada tahun 2019 ini ihak Pemkab Pasuruan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pembangunan dan rehab gedung pemerintahan yang anggaran cukup fantastis, antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. Di antaranya proyek pembangunan gedung Kecamatan Gempol yang dianggarkan Rp 2,3 miliar, kantor Kecamatan Tosari Rp 869 juta, serta Kecamatan Kraton Rp 2,29 miliar.
Selain itu, ada proyek Rumah Dinas Wabup Pasuruan Rp 500 juta, Guest House di Pendopo Kabupaten Pasuruan Rp 1,37 miliar, ruang terbuka public di Kecamatan Sukorejo Rp 1,4 miliar, serta gedung pertemuan di Kecamatan Prigen, serta rehap beberapa gedung pemerintah lainnya.
Dari hasil laporan pihak konsultan pengawasan, diketahui rata-rata progres pekerjaan fisik gedung baru mencapai 85-90 persen (minggu ke I Bulan Desember 2019).
Kepala DPKP Ir. Haryapriyanto yang dikonfirmasi BANGSAONLINE.com menyebutkan pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara intens, utamanya pada pekerjaan yang rawan molor. Ia mengaku telah meminta rekanan untuk mengebut pekerjaan dan menambah pekerja.
"Sisa waktu yang tinggal beberapa hari akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menyelesaikan item pekerjaan yang belum ditangani seperti contoh plesteran, pengecatan tembok, pemasangan lampu. Kalau untuk pekerjaan mayor rampung semua, kita optomis semua pekerjaan tidak ada telat,“ jelas Hari. (bib/par/rev)