Kamis, 04 Maret 2021 14:08

Bantah Ada Kekerasan Seksual, Keluarga Besar Salah Satu Pesantren di Jombang Turun Jalan

Selasa, 14 Januari 2020 17:15 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Bantah Ada Kekerasan Seksual, Keluarga Besar Salah Satu Pesantren di Jombang Turun Jalan
Massa aksi dari keluarga besar pesantren saat menggelar aksi di depan Mapolres Jombang.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ratusan massa yang tergabung dalam keluarga besar salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Jombang, turun ke jalan, Selasa (14/1). Aksi mereka dikarenakan salah satu pengurus yang juga putra pengasuh ponpes tersandung kasus kekerasan seksual yang kini ditangani oleh Polres setempat.

Dengan membentangkan poster bertuliskan “Jangan Menyembunyikan Saksi, Jangan Menukar Kebenaran” dan lain-lain, ratusan massa aksi melakukan longmarch hingga berhenti di depan Mapolres Jombang.

Humas Pesantren, Mohammad Sholeh menuturkan, aksi turun jalan ini dilakukan agar kasus yang saat ini menjerat salah satu pengurus ponpes tidak diintervensi oleh pihak manapun. Sekalian untuk mengklarifikasi persoalan hukum yang dihadapi tersangka.

“Kami minta agar persoalan hukum tidak diintervensi secara negatif oleh pihak manapun,” ucapnya, Selasa (14/01/20).

Dari hasil audiensi dengan pihak kepolisian, lanjut Sholeh, pihak keluarga besar sudah mengetahui perkembangan proses hukum yang menyangkut salah satu pengurus ponpes tersebut. “Hasil audiensi terkait proses hukum nantinya akan kita sampaikan ke internal ponpes,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sholeh juga meminta agar banyaknya kabar yang tersebar di media sosial (medsos) terkait penetapan tersangka pengurus ponpes berinisial MSA tak diintervensi negatif.

“Pihak-pihak yang tidak berkepentingan terhadap persoalan ini, sebaiknya berdiam diri atau menahan diri. Sebab ini persoalan antar pribadi dan bukan untuk konsumsi publik,” imbuhnya.

(BACA JUGA: Aliansi Kota Santri Desak Polisi Segera Tangkap Putra Kiai Pelaku Kekerasan Seksual)

Saat disinggung terkait kasus kekerasan seksual yang menyeret salah satu pengurus ponpes tersebut, pihak keluarga besar membantah dan menyatakan kabar itu tidak benar. “Kami pihak keluarga besar membantah kasus ini, namun kami tetap mengikuti prosedur proses hukum yang berlaku,” tegas Sholeh.

Menurut Sholeh, kasus ini sudah diselesaikan secara internal ponpes. Akan tetapi ada pihak-pihak tertentu yang mengembangkan kasus ini sehingga menjadi kasus hukum. Sedangkan untuk penetapan tersangka oleh pihak kepolisian, keluarga menyerahkan urusan tersebut ke pihak berwenang.

“Perkara ini sudah selesai di internal ponpes, masalah penetapan tersangka kita serahkan urusan tersebut pada pihak kepolisian,” terangnya.

Terpisah, Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiyono menegaskan, bahwa kedatangan massa dari keluarga besar pesantren ini bertujuan untuk meminta klarifikasi terkait persoalan hukum yang menjerat salah satu pengurus ponpes.

“Kami jelaskan jika penanganan tindak pidana ini tidak ada pesanan dari pihak manapun. Kami sudah melakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” terangnya.

Dijelaskan Budi, mekanisme pihak kepolisian mulai dari adanya laporan dari korban, kemudian dilakukan gelar perkara secara eksternal dan internal. "Selanjutnya kami tetapkan sebagai tersangka dan pemanggilan terhadap tersangka, baik pemanggilan pertama dan kedua sudah kami layangkan. Tentunya mekanisme ini sudah kami lewati dari awal hingga akhir, hal itu yang kita jelskan pada perwakilan massa aksi unjuk rasa. Saat ini pihak kami masih terus melakukan penyidikan," pungkasnya.

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Rabu, 03 Maret 2021 05:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Data ini benar-benar mengejutkan. Bayangkan. Dari 1.000 orang Indonesia, 950 orang kekurangan vitamin D. Loh, bukankah sinar matahari di Indonesia melimpah?Ternyata sinar matahari saja tidak cukup. Lalu harus ditambah ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...