H. Djoko Susanto (kiri) didaulat sebagai Pembina Padepokan Pagar Nusa Jember oleh Ketua Padepokan H. Kusnandi.
Diketahui di lokasi kegiatan, ditunjukkan 7 pendekar yang paling banyak mendapat prestasi di Padepokan Pagar Nusa, di mana salah satunya bernama Sultan Dida dengan prestasinya di level nasional.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Bacabup (Bakal Calon Bupati) Jember H. Djoko Susanto yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi event tersebut. Ia juga didaulat sebagai Pembina Padepokan Pagar Nusa Jember ditandai dengan pemasangan rompi berwarna coklat, dan penyerahan bendera simbol padepokan oleh H. Kusnandi.
Saat dikonfirmasi media terkait penobatannya sebagai Pembina Padepokan Pagar Nusa Jember, Djoko menceritakan pengalamannya sekitar 45 tahun lalu. "Saat itu Gus Maksum yang melatih silat di sekitaran Pondok Lirboyo, Kediri. Karena saya lahir di sana, dan pernah tinggal di sana," katanya.
Menurutnya, olahraga pencak silat sebagai cabang olahraga nasional dan tradisional, mengajarkan nilai-nilai sportivitas. "Nantinya jika perlu, padepokan yang ada bisa dilembagakan. Karena di bawah Nahdlatul Ulama, maka untuk mengakomodir kegiatan Pagar Nusa bisa melalui lembaga yang jelas," tandasnya.
Sebagai pembukaan, H. Djoko Susanto juga menjadi wasit para pesilat yang mengawali kompetisi tersebut. (ata/yud)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




