Miris, Muhammad dan Yani Harus Tidur dan BAB di Pembaringan

Miris, Muhammad dan Yani Harus Tidur dan BAB di Pembaringan Kondisi Muhammad dan Yani.

Siti menceritakan, kondisi kedua adiknya itu memang berbeda dengan yang lain. "Muhammad adik kedua, Yani ketiga, keempat Hosniyah, dan keempat Beni. Kita sekeluarga, ibu saya dan adik saya keempat juga kelima, saling bahu-membahu merawat bersama Muhammad dan Yani itu," katanya.

Saat ditanya keberadaan ayahnya, ia mengungkapkan sudah pergi sejak kedua adiknya itu masih kecil. "Pergi ke (pulau) Madura. Kadang sih ke sini. Sekarang lama tidak pernah pulang," ungkapnya.

Siti juga mengatakan, dulu sewaktu masih berumur dua bulan, Muhammad dirawat oleh neneknya. "Kemudian juga adik saya Yani itu. Dulu di Desa Sukosari dirawatnya. Kemudian nenek saya meninggal. Sekitar 1,5 tahun lalu. Sekarang Muhammad dan Yani kita yang rawat di sini (Desa Karang Paiton)," ujarnya.

Dengan kondisi keluarga yang masih serba kekurangan, Siti beserta ibu dan adik-adiknya saling merawat Muhammad dan Yani. "Kita hanya bisa semampunya merawat. Pembaringan itu suami yang buat, dibentuk dari semen dan beralaskan perlak, dan ke bawahnya dibuat miring agar mudah bersihkan kotoran. Muhammad sering BAB karena banyak makan, sehari bisa 4 kali," katanya. Dibandingkan adiknya Yani.

"Kita pasrah dengan kondisi ini, dulu upaya ke dukun dan dokter sudah, tapi tidak bisa berbuat banyak. Kita terima kondisi adik-adik kami itu. Semoga nantinya kita bisa membuat pembaringan dan bilik yang lebih layak," imbuhnya.

Siti menambahkan, selama merawat Muhammad dan Yani juga perlu kesabaran ekstra. "Mungkin karena umurnya semakin dewasa, jadi kadang Muhammad ataupun Yani sering marah. Juga ada yang unik, Muhammad suka minum kopi ataupun Jasjus (minuman ringan sachet), sementara Yani banyak diam dan makan. Kita tapi sayang dengan mereka," tandasnya. (ata/yud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO