Aksi ribuan massa gabungan LSM dan wartawan di depan kantor Bupati Probolinggo.
Dalam audiensi itu, Korlap aksi yang juga Bupati LSM Lira, Samsudin menyanyangkan adanya arogansi oknum Inspektorat dengan melakukan pengusiran wartawan dan LSM. Menurutnya, aksi pertama kali dilakukan ini sebagai bentuk solidaritas.
"Ini juga sebagai simbol matinya keterbukaan publik di Kabupaten Probolinggo. Kita juga sedang bersengketa tentang publik. Kemudian, datang lagi insiden pengusiran LSM dan wartawan di ruang terbuka. Targetnya, ke depan tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu. Kami kasihan betul terhadap LSM dan wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya," tegas Samsudin.

Dalam aksi itu, Lira juga memberikan batu nisan kepada Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Probolinggo, Tutug Edi Utomo.
Sementara, Inspektur Sigit Sumarsono saat dikonfirmasi mengatakan jika dirinya langsung menerima tuntutan dari aliansi LSM. Pihaknya berjanji akan menyampaikan langsung kepada pimpinan apa yang sudah menjadi tuntutan LSM.
"Sudah kami catat, apa yang menjadi harapan teman-teman LSM. Nanti ada pembahasan khusus terkait tindaklanjut dari masalah itu. Saat ini, yang bersangkutan (Ahsanunnas, red) tidak lagi melaksanakan tugas," tegas Sigit Sumarsono saat dikonfirmasi sejumlah wartawan. (ndi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




