Aris Adi Leksono. foto: ist/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGNSAONLINE.com - Pemerintah berencana memberlakukan kebijakan new normal bagi daerah yang mengalami penurunan penyebaran covid-19. Memang muncul pro-kontra, tapi banyak pihak menyambut positif agar roda kehidupan – terutama ekonomi – kembali pulih. Tapi tentu saja dengan sejumlah syarat.
Di antara yang merespons positif new nomal itu adalah Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Wakil Ketua Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Aris Adi Leksono, menyatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan harus tetap dilakukan. Sebab ini amanat Undang-Undang.
BACA JUGA:
- Kiai Asep Berharap Indonesia Keluar dari BoP, Ketua PWNU Jabar: Kiai Asep Dibutuhkan NU
- Lagi, 4.000 Warga NU Doakan Iran, Kiai Asep: Tak Boleh Ada Penjajahan di Dunia
- Setahun Kepemimpinan Khofifah-Emil, Dindik Jatim Klaim Program Jatim Cerdas Lampaui Target
- Rakernas Pergunu dan JKSN 2026 Ditutup di Mojokerto, Tegaskan Komitmen Wujudkan Indonesia Maju
Menurut dia, kewajiban negara adalah memberikan pelayanan pendidikan kepada warga negara untuk masa depan bangsa. “Pada sisi lain, dari perspektif apapun, belum ada yang bisa memastikan kapan Pandemi Covid-19 berakhir,” tegas Aris yang dosen Universitas Nahdlatul Ulama NU Jakarta dalam keternagan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Ahad (31/5/2020).
Hanya ia menyaratkan tentang kehadiran pemerintah untuk menjamin kesehatan peserta didik dan semua yang terlibat dalam proses ajar-mengajar itu. “Ikhtiar pelayanan itu harus dibarengi kepastian jaminan kesehatan dan keselamatan dari semua pihak, khususnya pemerintah," tegas Aris.
Ia menekankan bahwa, pemerintah harus hadir secara maksimal dalam kebijakan new normal pada sekolah atau madrasah. Menurut dia, kehadiran pemerintah harus dibuktikan dalam beberapa hal.
Pertama, pemerintah harus memastikan hanya memberikan izin pada wilayah zona hijau dapat membuka kembali sekolah atau madrasah dengan pola tatap muka. “Karena ini menyangkut keselamatan warga sekolah atau madrasah,” katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




