Dibuka, Masjid Al-Akbar Surabaya Gelar Jumatan Lagi

Dibuka, Masjid Al-Akbar Surabaya Gelar Jumatan Lagi Untuk mematuhi protokol kesehatan, jarak antar jemaah salat Jumat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya sejauh dua meter, Jumat (27/3/2020). foto: MMA/ BANGSAONLINE.COM

(Selama sekitar dua bulan jumatan ditiadakan, di beberapa billboard yang dipasang di beberapa pintu Masjid Al-Akbar ditulis, "Ya Allah. Semoga Corona hilang agar bisa shalat Jumat lagi")

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya ini sangat strategis baik dalam dakwah maupun penyelenggaraan ritual keagamaan. Masjid ini terletak di dekat pintu tol Surabaya-Porong - Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan Surabaya. Otomatis akses jalan dari luar kota sangat mudah. 

Bahkan di masjid nasional inilah banyak sekali para muallaf mengikrarkan dua kalimat syahadat. Masjid Al-Akbar ini dibangun atas gagasan walikota Surabaya Soenarto Soemoprawiro. Sedang peletakan batu pertamanya dilakukan Wakil Presiden Try Sutrisno. 

Masjid Nasional Al-Akbar yang luas bangunan dan fasilitas penunjangnya 22.300 meter persegi itu diresmikan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 10 Nopember 2000.  

Seperti diberitakan BANGSAONLINE.COM, Masjid Nasional Al-Akbar Kota Surabaya sempat ditutup sekitar dua bulan oleh pemerintah, terutama saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhadap Surabaya Raya. Bahkan salat Fitri 1441 H juga ditiadakan. Padahal Masjid Nasional Al-Akbar ini sangat ketat dalam menjalankan protokol kesehatan. Selain fasilitas kesehatannya memadai juga manajemen masjid berjalan baik.

(Masjid Al-Akbar tampak dari depan. Masjid nasional yang terletak di kelurahan Pagesangan Kecamatan Jambangan Surabaya ini diresmikan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 10 November 2000)

Protokol kesehatan salat Jumat di Masjid Al Akbar Surabaya itu, antara lain, physical distancing di parkiran, physical distancing di area wudu, handsoap di area wudhu dan toilet, hanya tiga pintu yang dibuka pintu nomor 3, 23, dan 43, jemaah wajib memasukkan alas kaki di plastik, hand sanitizer di 3 pintu masuk, dan disiapkan hand sanitizer portabel jemput jemaah, cek suhu badan (thermal gun) di 3 pintu masuk, jemaah melewati water scan, jemaah - muadzin - khotib dan imam wajib mengenakan masker, durasi khutbah Jumat diperpendek, bacaan imam aalat juga surat-surat pendek, dan saf antar makmum berjarak 2 meter. (MMA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO