Sabtu, 17 April 2021 21:50

Setuju New Normal, Pengasuh PP Wahid Hasyim Bangil Siapkan Protokol Sebelum Santri Balik ke Pondok

Minggu, 07 Juni 2020 11:53 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fuad
Setuju New Normal, Pengasuh PP Wahid Hasyim Bangil Siapkan Protokol Sebelum Santri Balik ke Pondok
KH Ahmad Wildan Khoiron, Pengasuh Ponpes Wahid Hasyim, Bangil.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Memasuki masa transisi penerapan New Normal, sejumlah pondok pesantren (ponpes) yang ada di Kabupaten Pasuruan mulai melakukan persiapan jelang kembalinya para santri ke pesantren.

Seperti yang dilakukan Ponpes Wahid Hasyim di Bangil. Pengasuh ponpes tersebut, KH Ahmad Wildan Khoiron menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan protokol kesehatan untuk para santrinya yang akan kembali ke pondok.

Di antaranya, menyiapkan jadwal agar santri tidak datang secara bersamaan. Melainkan secara bergelombang. "Jadi santri balik ke pondok itu shift-shift-an, dan wali santri yang ngantar cukup sampai gerbang, gak boleh masuk ke pondok," terang Gus Wildan, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Ahad (7/6).

Dalam gelombang pertama, ia membatasi santri yang kembali ke pondoknya sebanyak 50 orang. Untuk santri yang lain menunggu tahapan berikutnya.

BACA JUGA : 

Pengasuh Ponpes Dukung Polda Jatim Berantas Narkoba

Perkuat Ekonomi Pesantren, Pengurus BagusS Jatim Gelar Sarasehan dan Silaturahim

Jokowi: Vaksin AstraZeneca akan Digunakan di Lingkungan Pondok Pesantren

​Tinjau PP An-Nidhomiyah di Pamekasan, Gubernur Khofifah Minta Hak Korban Segera Diberikan

Selain itu, Gus Wildan juga meminta kepada wali santri untuk karantina mandiri terlebih dahulu selama 14 hari, di rumahnya masing-masing. Bahkan, pihaknya juga menyiapkan tim tenaga ahli untuk menyelidiki latar belakang keluarga santrinya masing-masing.

"Siapa tahu dari santri kami ada yang mengidap penyakit dalam atau penyakit lainya. Kita kasih ruang khusus untuk santri itu," jelas Gus Wildan yang memiliki 700 santri ini.

Tidak hanya itu, setibanya di pondok, santri juga akan dilakukan rapid atau swab test oleh tim Dinas Kesehatan, kemudian diminta mencuci tangan dan disemprot disinfektan, serta diwajibkan untuk mandi besar. Kemudian, mengganti baju yang sudah dipakai berangkat dari rumah.

Begitu juga untuk kegiatan sehari-hari, seperti belajar harus ada jaga jarak, peralatan makan yang sebelumnya difasilitasi pondok, kini bawa sendiri. Sedangkan untuk tidur, tiap kamar dibatasi maksimal 10-15 santri. "Kami juga melengkapi kamar mandi dengan shower," katanya.

Adapun untuk kegiatan belajar, Gus Wildan menyarankan para guru pesantren tidak memberikan pelajaran berat kepada santrinya. Gus Wildan juga berharap kepada pemerintah, untuk ikut membantu mengawasi dan memberikan sarana prasarana yang kurang memenuhi protokol kesehatan.

"Yang perlu diperhatikan bersama, bahwa era Pandemi Covid-19 ini bukan berarti bebas seperti suasana normal sedia kala. Tetapi pemerintah tetap mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan. Misal, pakai masker, physical distancing (jaga jarak), rajin cuci tangan, menjaga kebersihan, dan menjaga pola makan sehat," pungkasnya. (afa/rev) 

​Mengenang Masa Lalu, Ngabuburit Sambil Bermain Meriam Bambu
Jumat, 16 April 2021 22:03 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa, atau ngabuburit.Salah satunya seperti yang dilakukan bocah di Kota Pasuruan, Jawa Timur. mereka bermain meriam bambu di tanah lapang.Sepert...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 17 April 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Setelah banyak mendapat dukungan dari para tokoh, dokter, dan bahkan jenderal, tampaknya uji fase II Vaksin Nusantara akan lanjut. Tentu di luar BPOM.Apa itu Ilegal? Nah, silakan ikuti tulisan Dahlan Iskan di Disway d...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 17 April 2021 11:15 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...