BLITAR, BANGSAONLINE.com - Deteksi cepat Covid-19 melalui rapid test dilakukan di sejumlah tempat keramaian di Kabupaten Blitar. Salah satu yang menjadi sasaran utama adalah pasar tradisional yang berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Totok Subihandono mengatakan, prioritas utama rapid test selain tenaga medis dan orang dengan risiko adalah masyarakat yang sering berkegiatan di ruang publik serta interaksi langsung dengan banyak orang.
BACA JUGA:
- PAD Kabupaten Blitar 2025 Hampir Capai Target, Dewan Soroti Retribusi
- ASN di Blitar Wajib Hadir ke Kantor, Bupati Sebut WFA Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
- Bupati Rijanto Apresiasi DPRD atas Pengesahan Enam Perda Strategis untuk Kemajuan Kabupaten Blitar
- Pemkab Blitar Revitalisasi Lahan Eks Pasar Kanigoro Jadi Ruang Publik
"Alhamdulillah, Kabupaten Blitar ini saat ini tidak ada tambahan kasus positif. Jadi selain terus menjalankan protokol kesehatan, memang deteksi dini seperti rapid test perlu dilakukan namun tetap ada prioritas," ujar Totok, Jumat (12/6/2020).
Totok menjelaskan, apabila di tempat-tempat umum sudah selesai, baru akan merambah ke elemen lain, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN). Untuk ASN pun nantinya akan diprioritaskan mana yang lebih dulu harus menjalani rapid test. Dia mencontohkan prioritas yang dimaksud adalah ASN di instansi pelayanan masyarakat.
"Saat ini selain tenaga medis dan orang dengan risiko yang kami prioritaskan adalah masyarakat yang sering berkegiatan di keramaian seperti para pedagang di pasar-pasar tradisional. Nah nanti kalau sudah selesai baru akan merambah ke ASN," jelasnya.
Sebelumnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar telah melakukan rapid test ke sejumlah pasar tradisional. Hasilnya terdapat 15 orang reaktif. Pasar tradisional yang menjadi sasaran rapid test massal secara bertahap diantaranya pasar Kesamben, pasar Kanigoro, pasar Cangkring Ponggok, pasar Wlingi dan pasar Selopuro. Total ada 400 orang yang mengikuti rapid test. (ina/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




