Selasa, 14 Juli 2020 06:12

​Risma Sujud di Kaki dr Sudarsono, Gus Sofi: Haram Sujud kepada sesama Makhluk

Senin, 29 Juni 2020 23:22 WIB
Editor: MMA
​Risma Sujud di Kaki dr Sudarsono, Gus Sofi: Haram Sujud kepada sesama Makhluk
Dr. KH. Sofiyullah Muzammil (Gus Sofi). foto: ist/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Peristiwa Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sujud di kaki dr Sudarsono jadi heboh, baik di media sosial maupun di media mainstream. Lalu bagaimana pandangan hukum Islam?

“Sujud adalah sebuah puncak penghambaan yang tulus seorang hamba terhadap Tuhannya dengan meletakkan kepala sebagai mahkota yang paling dijunjung tinggi dan dihormati di tempat yang paling hina, kaki. Sujud dalam artian yang demikian hanya boleh dilakukan oleh makhluk kepada Sang Khaliq, Penciptanya. Sujud kepada sesama makhluk haram hukumnya,” tegas Dr KH Sofiyullah Muzammil (Gus Sofi) kepada BANGSAONLINE.COM, Senin (29/6/2020) malam.

Tapi bukankah malaikat pernah sujud kepada Nabi Adam? Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashifa Sleman Jojakarta itu menjelaskan bahwa perintah Allah agar malaikat sujud kepada Adam - sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 34 - bukan sujud seorang hamba kepada Tuhannya, tapi sujud penghormatan dari seorang hamba kepada sesama hamba-Nya atas perintah Allah SWT.

“Jadi malaikat melakukan penghormatan (sujud) kepada Adam bukan karena kemuliaan dan kehebatan Adam atas malaikat, tapi karena mematuhi perintah Allah,” tegas Gus Sofi.

(Wali Kota Surabaya saat sujud di kaki dr Sudarsono. foto: yudi/ bangsaonline.com)

Menurut dia, peristiwa "bersujud”-nya seorang wali kota di kaki seorang tenaga medis -kalau benar itu dimaksudkan untuk sujud - seharusnya tidak sepatutnya terjadi. Apapun alasannya.

“Sujud hanya boleh dilakukan oleh seorang mahkluk kepada Tuhannya. Tuhan yang telah menciptakan kehidupan dan yang menguasai alam semesta.Tenaga medis bukan Tuhan,” kata Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga itu.

Menurut dia, ketidakmampuan mengendalikan tingkat penyebaran Covid-19 seharusnya dijadikan pelajaran bahwa manusia itu, siapa pun dan apapun jabatan dan kekuasaan yang dimilikinya, pada hakekatnya ia tidak bisa apa-apa, she/he is nothing.

"Manusia bisa melakukan sesuatu karena atas kehendak-Nya, tanpa kehendak-Nya maka manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Seberapa pun hebatnya usaha yang dilakukan kalau Tuhan tidak berkehendak, maka tidak akan pernah terjadi," jelas Gus Sofi yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3i) itu.

(Wali Kota Tri Rismaharini saat audensi dengan IDI Surabaya di Balai Kota Surabaya. foto: yudi/ bangsaonline.com)

Sebaliknya, kata dia, seberapa besar kekuatan dan kekuasaan yang dikerahkan kalau Tuhan berkehendak, maka tidak akan ada yang bisa mencegah dan menghalanginya. Ia lalu mengutip Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim nomor 736.

“Sukses dan gagal adalah buah dari usaha atau ikhtiar. Manusia hanya berkewajiban menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh. Apapun hasil akhirnya Tuhan yang berkuasa menentukannya,” katanya.

Seorang pemimpin, kata dia, tidak boleh frustrasi dan menyalahkan diri berlebihan saat Tuhan menunjukkan ketidakmampuannya. Seorang pemimpin bukan Tuhan yang tidak boleh gagal. “Keberhasilan dan kegagalan adalah bukti kalau dia manusia, bukan Tuhan,” katanya.

Seperti diberitakan, kini viral video Risma sujud di kaki dokter Sudarsono. Ia bersujud dan menangis di hadapan sejumlah dokter, saat audiensi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya di Balai Kota, Senin (29/6/2020).

Peristiwa itu bermula dari keluhan dokter Sudarsono, yang merupakan Ketua Tim Pinere (Penyakit Infeksi Emerging dan Remerging) RSUD dr. Soetomo Surabaya, tentang membeludaknya pasien Covid-19 di RS.

Dokter tersebut menyatakan, salah satu penyebab membeludaknya rumah sakit karena banyak warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Risma sontak mendekati dokter tersebut dan bersujud di kakinya. Sambil tersedu Risma menyatakan bahwa pihak Pemkot Surabaya tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan RS dr. Soetomo, yang berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Timur.

"Kami tidak bisa masuk Rumah Sakit dr. Soetomo pak, kami bisa kalau rumah sakit yang lain. Kalau Bapak nyalahkan kami, kami enggak terima, kami tidak bisa masuk di sana," ujar Risma yang mengungkapkan kekesalannya di hadapan dokter.

Usai dibujuk sejumlah orang yang hadir, Risma kembali berdiri dan melanjutkan audiensi. dr. Sudarsono pun melanjutkan permohonannya kepada Pemkot Surabaya agar bisa melakukan mediasi untuk mencari solusi terkait penanganan Covid-19 di RS dr. Soetomo.

Risma bukan kali ini saja sujud di kaki manusia. Sebelumnya saat acara pertemuan dengan para takmir masjid pasca-teror bom di Surabaya tahun 2018, Risma juga mencium kaki salah satu takmir sambil menangis. Peristiwa itu terjadi saat Muhammad Tohir, salah satu takmir masjid, protes tulisan di undangan acara tersebut.

"Apa ada yang salah dengan kami sehingga para takmir perlu dibina?," kata Muhammad Tohir. Risma lalu meminta maaf turun menghampiri tempat duduk salah satu takmir itu.

"Saya minta maaf karena undangan itu mendadak. Situasi Surabaya seperti ini. Tadi saya juga kumpulkan semua kepala sekolah," ucap Risma.

Begitu juga saat acara dengan Grup Astra Surabaya. "Kalau boleh saya diberikan kesempatan, saya akan sujud di depan bapak atau ibu sekalian, karena saya terima kasih sekali. Kaki saya tidak kuat," kata Wali Kota Risma di sela-sela membacakan sambutan, Kamis (2/1/2020). Ia pun langsung sujud. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...