Jumat, 07 Agustus 2020 22:52

Siap Tampung Keluhan Wali Murid, Mas Iin Kawal Penggratisan SPP SMA/SMK Negeri

Jumat, 10 Juli 2020 22:52 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Mustain
Siap Tampung Keluhan Wali Murid, Mas Iin Kawal Penggratisan SPP SMA/SMK Negeri
Achmad Amir Aslichin. foto: ist.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim, Achmad Amir Aslichin siap mengawal kebijakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) gratis bagi seluruh siswa SMA/SMK Negeri di Jawa Timur.

Kebijakan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut dinilai bisa membantu masyarakat, terutama yang miskin di tengah kondisi ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Menurut Achmad Amir Aslichin, segala bentuk pungutan terhadap peserta didik baru sangat dilarang. Apalagi pungutan itu memberatkan siswa dan wali murid. Dirinya siap menerima dan menampung keluhan wali murid yang dipaksa membayar SPP saat tahun ajaran baru 2020/2021 ini.

“Kita siap mengawal program SPP gratis yang sudah berjalan sejak 2019 lalu itu,” kata Mas Iin, panggilan karib Achmad Amir Aslichin, Jumat (10/7).

Politisi yang juga menjadi Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo ini mengungkapkan, penggunaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) dan dana APBD Provinsi Jatim dalam bentuk BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) tahun anggaran 2020 harus dioptimalkan.

Sehingga tidak ada lagi pungutan SPP yang dibebankan pada siswa. “Kita harus bisa menekan angka putus sekolah karena masalah biaya,” ucap mantan Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo itu.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Jatim juga harus intens menjalin komunikasi dengan SMA/SMK Negeri di Jatim. Harapannya, tidak ada sekolah yang nekat menarik SPP pada siswanya. Jika masih dilakukan, tindakan tegas dan sanksi harus dilakukan.

Mas Iin menegaskan, wabah Covid-19 memberikan dampak penurunan signifikan pada perekonomian masyarakat. Karena itu, jangan sampai mereka diberikan beban tambahan dengan mewajibkan membayar SPP.

Penggratisan SPP yang terus dilakukan bisa menjadi jalan keluar bagi masyarakat miskin yang ingin menyekolahkan anaknya di SMA/SMK Negeri. “Konsistensi untuk meringankan beban pembayaran di sekolah harus jadi prioritas,” ucap alumni Universitas Airlangga ini.

Sementara itu, sumbangan sukarela terhadap sekolah juga tidak bersifat menekan bagi siswa maupun wali murid. Bentuk sumbangan sukarela hanya dapat dilakukan oleh Komite Sekolah sesuai amanat Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.

Selain itu, siswa juga harus diberikan kelonggaran terkait biaya seragam sekolah. “Bisa beli (seragam) di luar jika lebih murah dibandingkan koperasi sekolah. Jika tetap beli di koperasi sekolah ya harus bisa dicicil,” tandasnya.

Ketua DKW Garda Bangsa Jatim itu juga berharap metode pembelajaran online/daring (dalam jaringan) yang masih diterapkan pada tahun ajaran 2020/2021 tidak mengurangi kualitas pendidikan bagi siswa.

Karena itu, sekolah harus berperan aktif membantu peningkatan mutu siswa melalui belajar online tersebut. “SDM di Jawa Timur salah satunya ditentukan dengan mutu pendidikan yang berkualitas,” pungkas Mas Iin. (sta/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...