Pemuda Bangkalan saat melakukan aksi demo. (foto: ist).
Dia tak menampik adanya calo, tapi dilakukan oleh oknum di luar pegawai Dispendukcapil. "Orang yang datang ke kantor pelayanan adalah perwakilan dari desa atau kecamatan. Kita tidak bisa menolak karena dia mewakili dari desa atau kecamatan," ungkapnya.
"Jadi, urusan calo dari luar. Urusan calo dengan yang minta tolong, urusan pribadi sendiri. Apakah ada atau tidak, wallahua'lam keberadaannya, dan bukan urusan kita," terangnya.
Namun ia berjanji akan menertibkan aksi para calo tersebut dengan mengganti pelayanan menjadi sistem online.
Karena tidak menemukan titik temu lantaran Kepala Dispendukcapil Bangkalan yang hendak ditemui sedang sakit, aksi demo pun bergeser ke Gedung DPRD Bangkalan. Mereka menuntut agar anggota dewan turut menggunakan hak kontrol, serta memanggil pihak Dispendukcapil.
Di Gedung DPRD Bangkalan, para pendemo diterima oleh Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Mujiburrahman. Ia berjanji akan mengakomodir tuntutan aksi Pemuda Bangkalan tersebut.
"Kami akan mengakomodir terkait pengadaan alat perekaman KTP di beberapa kecamatan, serta nanti akan melakukan pemanggilan terhadap Kadisdukcapil," jelas Mujib sapaan akrabnya. (uzi/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




