Antusiasme warga yang ikut dalam senam pernapasan. foto: ist.
“Makanya kita minta juga untuk dilatih. Jadi dapat berlangsung di beberapa titik secara serentak, ke depan akan begitu. Misalnya Puskesmas A bisa menjadi instruktur di taman apa gitu,” urainya.
Ia menambahkan, nantinya senam pernapasan itu juga diajarkan kepada instruktur senam yang ada di Hotel Asrama Haji Sukolilo. Menurutnya, pasien dengan status orang tanpa gejala (OTG) juga wajib mengikuti senam tersebut.
“Pasien Hotel Asrama Haji juga bisa kita libatkan. Lalu guru senamnya kita latih. Kalau sudah benar dan diizinkan, bisa berkembang dan dikerjakan secara mandiri,” lanjut dia.
Sementara itu, Ketua Persatuan Dokter Baru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Laksmi Wulandari, Sp.P (K) mengatakan senam berdurasi satu jam ini, sebenarnya didesain untuk orang yang memiliki gangguan pernapasan dan paru-paru. Melihat virus Covid-19 yang menyerang pernapasan, maka diperlukan senam tersebut.
“Secara khusus memang itu. Tetapi untuk masyarakat umum yang ikut senam ini tidak apa-apa karena menyehatkan,” kata Laksmi Wulandari.
Tidak hanya itu, ia pun mengapresiasi antusiasme warga yang ikut dalam senam pernapasan. Berulang kali, Laksmi menyebut warga sangat bersemangat dan bergembira. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




