Kamis, 15 April 2021 00:35

Tanya-Jawab Islam: ​Penghina Nabi, Diterimakah Tobatnya?

Jumat, 11 September 2020 09:50 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tanya-Jawab Islam: ​Penghina Nabi, Diterimakah Tobatnya?
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<


Pertanyaan:

Assalamualaikum Kiai. Saya mau bertanya, apakah taubat menghina nabi diterima? Apakah setelah taubat harus melaporkan ke jalur hukum? Dan apakah nabi/rasul akan menuntut di hari kiamat? Jika menuntut apakah tuntutanya bisa membuat kekal di neraka? Bagaimana cara menghapus dosanya? Terima kasih. (Moreno, Jl. Wolter Monginsidi dari Lampung Kota)

BACA JUGA : 

Istri Enggan Beri Jatah Biologis, Ketika Dimarahi Baru Melayani

​Tanya-Jawab: Sejak Pindah Rumah, Kucing-Kucing Saya Mati Mendadak, Mengapa?

Mualaf Bertanya Cara Salat Rawatib dan Salat Sunnah Lainnya

Tanya-Jawab: Saya Yuliana, Ditalak Suami Lewat WA, Resmi Ceraikah Saya?

Assalamualaikum Kiai. Saya mau bertanya, apakah taubat menghina nabi diterima? Apakah setelah taubat harus melaporkan ke jalur hukum? Dan apakah nabi/rasul akan menuntut di hari kiamat? Jika menuntut apakah tuntutanya bisa membuat kekal di neraka? Bagaimana cara menghapus dosanya? Terima kasih. (Moreno, Jl. Wolter Monginsidi dari Lampung Kota)

Jawaban:

Wa alaikum salam. Sebesar apapun dosa yang dilakukan, pelakunya pasti bisa bertobat. Dosa terbesar itu adalah kafir atau syirik.

Allah berfirman: "Sungguh Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Ia menngampuni dosa yang selain syirik." (Qs.an Nisa'; 48).

Walaupun demikian, menurut ulama; dosa syirik pun bisa diampuni, dengan cara masuk Islam dan meninggalkan syirik total.

Jadi, dosa dan hukuman bagi penghinaan nabi Muhammad SAW itu muncul pasca beliau wafat. Ini, karena didorong kecintaan pada nabi Muhammad SAW. Ketika masih hidup, beliau tidak pernah menghukum para penghinanya, dalam arti hukuman fisik.

Saat itu penghina nabi menggunakan syiir (puisi) sebagai sarana untuk menghina. Nabi pun membalas hinaan tersebut dengan puisi. Dan yang bertugas memuji Nabi sekaligus membalas hinaan adalah Hassan bin Tsabit dan kadang Ubaidah bin al-Jarrah.

Berdasar data di atas, maka menurut saya seseorang yang menghina Nabi kemudian ia bertobat dengan cara menghentikan hinaan dan mengganti dengan pujian shalawat, inilah cara tobat yang diterima. Jika ia istiqamah bershalawat, maka insya Allah akan memberi pertolongan (syafaat) yang diperlukan pada hari kiamat. Wallahu a'lam.

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...