Selasa, 20 Oktober 2020 07:49

Awas Tertipu Aplikasi Investasi Bodong ini, Sejumlah Korban Sudah Lapor ke Polda Jatim

Selasa, 22 September 2020 15:47 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Awas Tertipu Aplikasi Investasi Bodong ini, Sejumlah Korban Sudah Lapor ke Polda Jatim
Sejumlah korban investasi bodong via aplikasi didampingi kuasa hukum saat melapor ke Polda Jatim.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan investasi bodong kembali terjadi. Kali ini modus penipuan investasi bodong itu menggunakan aplikasi bernama Alimama dan JD Union yang kabarnya berasal Tiongkok.

Setidaknya, ada ribuan orang yang terlanjur berinvestasi. Bukannya mendapatkan pundi-pundi sebagaimana yang dijanjikan, mereka kini hanya bisa gigit jari. Modal yang mereka tanamkan raib dan ludes tak jelas jluntrungnya.

Atas kasus ini, sejumlah korban penipuan investasi tersebut melapor ke Polda Jatim, Senin (21/9). Dari informasi yang diterima bangsaonline.com, sejumlah admin grup aplikasi Alimama sudah mempunyai downline 1.000 orang. Jika diperkirakan, total dana yang sudah disetorkan bisa mencapai puluhan juta, bahkan ratusan juta.

Kejadian ini pun memantik reaksi Satgas Waspada Investasi (SWI). SWI mengimbau masyarakat waspada terhadap penawaran penawaran investasi yang menjanjikan untung menggiurkan dan tak masuk akal.

Sekadar diketahui, Alimama adalah aplikasi yang menjanjikan komisi atau penghasilan uang. Pengguna akan menghasilkan uang atau mendapatkan komisi hanya dengan berbelanja daring atau melakukan transaksi belanja di Alimama Penghasil Uang. Modusnya, uang investor ditukar dengan barang tertentu, dan natinya dana akan dikembalikan kepada pengguna beserta dengan komisi yang dijanjikan.

Aplikasi Alimama Penghasil Uang ini mengharuskan penggunanya untuk menyetorkan uang atau top up dana terlebih dahulu. Dengan menggunakan dana yang ada di akun masing-masing, uang tersebut kemudian digunakan untuk berbelanja di lapak e-commerce.

Sebenarnya, skema bisnis Alimama bukanlah hal yang baru. Ada cukup banyak skema bisnis serupa yang sempat ada, baik di Indonesia maupun di dunia. Namun, hampir semua skema bisnis ini berujung pada penipuan.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tertipu dengan skema ini. Brand baru dengan sedikit modifikasi, janji baru yang lebih terpercaya, sertifikat dan rekomendasi palsu, serta berbagai upaya lainnya, membuat masyarakat buta dan ikut tertipu dengan skema bisnis ini. (nf/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 19 Oktober 2020 22:35 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri ternyata memiliki air terjun yang luar biasa indahnya. Namanya Air Terjun Ngleyangan. Sayangnya, untuk mencapai air terjun yang konon pernah dijadikan tempat bertapa Raja Kediri itu, sangat sulit ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Sabtu, 17 Oktober 2020 14:42 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...