Para mahasiswa ditemui Pimpinan DPRD dan Kapolres Ngawi.
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Ngawi melakukan demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disahkan oleh DPR RI, Jumat (09/10).
Aksi itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam PMII Cabang Ngawi, IMM, dan BEM. Mereka berangkat dari perempatan Tugu Kartonyono, kemudian melakukan long march sepanjang Jl. Yos Sudarso dengan tujuan kantor DPRD Kabupaten Ngawi.
BACA JUGA:
- Buruh di Bogor Keluhkan UU Ciptaker, Begini Janji Anies bila Menang Pilpres 2024
- Dirumahkan Selama 4 Bulan Tanpa Kejelasan, Puluhan Buruh Pabrik di Ngawi Geruduk Kantor DPRD
- Tumbuhkan Rasa Nasionalisme pada Mahasiswa, Polres Ngawi Gelar Diagram
- Ajak Calon Entrepreneur Muda, BPC Hipmi Madiun Sosialisasikan UU Ciptaker
Sebelum berangkat, para mahasiswa tersebut melakukan orasi di perempatan Kartonyono Ngawi. Aksi para mahasiswa itu berjalan dengan tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian.
Perwakilan dari mahasiswa diterima oleh tiga pimpinan DPRD Ngawi, yaitu Sardjono, Khoirul Anam, dan Suntoro. Di depan para wakil rakyat tersebut, para perwakilan mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Intinya, meminta wakil rakyat untuk turut mendukung dan meneruskan aspirasi dari mahasiswa ke pusat tentang penolakan UU Cipta Kerja.

"Tujuan dari aksi ini untuk menyampaikan aspirasi melalui DPRD, dan kita meminta dari DPRD Ngawi mengawal penyampaian dari aspirasi sampai ke pusat," jelas Rokhim Wartoto, Ketua PC PMII Ngawi pada wartawan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




