Penyelesaian Perizinan UMKM Jadi Target 100 Hari Kerja BHS-Taufiq

Penyelesaian Perizinan UMKM Jadi Target 100 Hari Kerja BHS-Taufiq TAMPUNG ASPIRASI: BHS berdialog dengan pemilik UMKM tahu, di Desa Banjarkemantren Buduran, Selasa (27/10). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Keberadaan UMKM yang belum mengantongi perizinan menjadi perhatian paslon Bupati-Wakil Bupati Sidoarjo 2020, Bambang Haryo Soekartono-M Taufiqulbar (BHS-Taufiq).

Paslon yang diusung koalisi lima parpol ini menargetkan menyelesaikan sejumlah jenis perizinan bagi UMKM dalam 100 Hari Kerja kala nantinya diamanahi memimpin Kota Delta.

Saat ini diketahui, selain masalah permodalan, banyak UMKM di Sidoarjo terkendala masalah perizinan, mulai dari PIRT, label halal, hingga sertifikasi SNI (standar nasional Indonesia).

"Semua jenis perizinan bagi UMKM akan jadi tugas 100 hari kerja. Saya akan merealisasikan UMKM yang mengajukan berbagai merek perizinan di wilayah Sidoarjo," cetus Cabup BHS saat mengunjungi UMKM pembuatan Tahu di Dusun Pandean, Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Selasa (27/10).

BHS mengapresiasi keberadaan pabrik tahu tersebut. Meski ada pandemi Covid-19, UMKM pembuatan tahu tersebut tetap bisa berproduksi. Meski permintaan pasar Sidoarjo menurun, pabrik tahu ini tetap bisa menjual produknya, dengan memperluas pasar di wilayah Madura.

Melihat kondisi pabrik tahu tersebut, Politikus Partai Gerindra bahkan yakin nantinya bisa berkembang dan bisa berkontribusi memenuhi pasar Sidoarjo, yang selama ini kebutuhan tahu masih banyak disuplai dari luar Sidoarjo, misalnya dari Jombang.

Simak berita selengkapnya ...