Anggota Komisi III DPRD Pasuruan Nik Sugiarti.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Upaya Pemkab Pasuruan melalui DLH dalam mengatasi masalah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis bagi masyarakat merupakan langkah inovatif yang perlu dukungan semua pihak.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Pasuruan, Nik Sugiarti. Dia mengungkapkan, bahwa BLH membuat program pengolahan sampah menjadi briket BBM maupun pupuk cair. Program tersebut akan start pada tahun 2021.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
"Rencana tersebut disampaikan DLH saat rapat kerja pembahasan APBD 2021 dengan Komisi III. Pihak dinas menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sampah yang ada di TPA Kenep Beji," jelasnya.
Politikus Golkar asal Gempol ini menambahkan, selama ini upaya menangani permasalahan sampah di masyarakat memang sudah berjalan dengan baik melalui program SDSB (satu desa satu bank sampah). Di mana, sampah rumah tangga tersebut ditampung di TPST, TPS3R, dan TPA untuk kemudian dilakukan pemilahan untuk dimanfaatkan.
Dirinya berharap, penanganan sampah itu terus disempurnakan. Menurutnya, perlu ada komitmen dari Pemkab Pasuruan, antara lain mulai dari personel yang sudah berpangalaman, sarana yang memadai, juga yang tak kalah pentingnya yakni dukungan anggaran demi suksesnya program tersebut. (bib/par/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






