Wali Kota Batu Hj. Dewanti Rumpoko. (foto: ist)
“Dengan mengizinkan hotel-hotel tetap menggelar acara di akhir tahun dan pasar malam di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, adalah cara pemkot mengurangi keramaian di satu titik, sehingga nantinya tidak terjadi crowded,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan, protokol kesehatan secara ketat akan diberlakukan. Termasuk nantinya, ketika hotel-hotel menggelar pertunjukan di masa liburan akhir tahun.
Sujud senada dengan Dewanti. Dikhawatirkan jika manajemen hotel tak menyajikan event-event pertunjukan, maka masyarakat atau wisatawan akan berkumpul di Alun-Alun Kota Batu.
Menurut Direktur PT Selecta ini, selama hotel dan tempat wisata beroperasi, berjalan dengan lancar. Pasalnya, hotel dan tempat wisata telah menerapkan protokol kesehatan.
Terkait dengan potensi okupansi di akhir tahun, diungkap Sujud bakal mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Ia memperkirakan, tingkat okupansi akan menurun tidak sampai 50 persen. Penyebabnya, momentum libur akhir tahun kurang memberi stimulus pada industri pariwisata. Berkenaan dengan adanya pemangkasan hari libur nasional dan cuti bersama.
“Tidak seperti tahun sebelumnya. Serta masyarakat juga menghindari hari-hari yang menumpuk. Mereka akan berpikir dua kali untuk berlibur akhir tahun karena satu sisi daya beli menurun dan satu sisi ini masih pandemi Covid-19,” ungkap Sujud. (asa/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






