Selasa, 02 Maret 2021 14:39

Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Gereja Pastikan Kondisi Aman dan Cek Prokes

Kamis, 24 Desember 2020 21:35 WIB
Editor: Tim
Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Gereja Pastikan Kondisi Aman dan Cek Prokes
Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim meninjau gereja untuk memastikan kondisi aman dan telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sehari jelang perayaan Natal, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto meninjau Gereja Kristus Radja di Kecamatan Tambaksari dan Gereja GPIB Immanuel di Kecamatan Bubutan Surabaya, Kamis (24/12).

Dengan mengendarai motor, Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim meninjau gereja untuk memastikan gereja-gereja tersebut dalam kondisi aman dan telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Titik pertama yang ditinjau yaitu di Gereja Kristus Radja di Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Di sana, Gubernur Khofifah beserta rombongan diterima oleh Romo Markus Marcelinus Hardo Iswanto CM. Begitu tiba, telah disiapkan bilik disinfektan serta pengecekan suhu tubuh. Tidak hanya itu, di sisi-sisi gereja telah disiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Setelah itu, Gubernur Khofifah bersama Wagub, Pangdam V Brawijaya, dan Kapolda Jatim langsung meninjau ke dalam gereja. Tampak kursi jemaat yang telah diatur berjarak untuk menerapkan physical distancing.

Khofifah menyebut, secara umum Gereja Kristus Radja telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Bahkan uniknya, pohon natal yang ada di gereja ini dihiasi oleh masker dan hand sanitizer.

“Jadi kunjungan kali ini kami bersama Pak Wagub, Pak Kapolda, dan Pak Pangdam ingin silaturahmi dengan pimpinan gereja sekaligus melihat persiapan misa Natal. Bagaimana di sini kita lihat protokol kesehatan telah dilakukan secara ketat. Kemudian di segi keamanan, Polri dan TNI juga telah melakukan langkah-langkah pengamanan sehingga jemaat yang beribadah disini bisa khusyu dan tenang,” katanya.

Menurutnya, perayaan Natal tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Sehingga, gereja pun membatasi kapasitas jemaat yang ingin beribadah langsung di gereja.

Namun, lanjutnya, kondisi ini tidak mengurangi kehidmatan dalam beribadah, karena sebagian besar gereja telah menyediakan fasilitas misa secara virtual yakni lewat live streaming.

“Gereja-gereja yang saya datangi ini hanya membolehkan kapasitas maksimal 25 persen dari total daya tampung gereja. Mereka yang bisa mengikuti misa hanya yang menerima undangan dan duduk sesuai nomor kursi. Namun masyarakat tetap bisa mengikuti misa secara virtual bersama keluarga di rumah. Tentunya kami berharap bahwa Natal tahun ini proses ibadah tetap dalam situasi khidmat meskipun dari rumah,” katanya.

Gereja Kristus Radja ini sendiri hanya menampung 25 persen jemaat yang beribadah langsung, dari total kapasitas yang tersedia. Kebaktian Natal sendiri pada Kamis (24/12) diselenggarakan satu kali yakni pukul 18.00 WIB.

Sedangkan kebaktian pada Jum’at (25/12) diselenggarakan sebanyak 4 kali, yakni pukul 06.00, 10.00, 16.00, dan 19.00 WIB. Bagi jemaat yang tidak hadir langsung di gereja, disediakan layanan ibadah melalui live streaming.

Sementara itu, Kepala Paroki Gereja Kristus Radja, Romo Markus Marcelinus Hardo Iswanto CM mengatakan, pembagian sesi misa menjadi empat sesi tersebut diberi selang waktu cukup lama. Hal itu dilakukan agar usai misa tidak terjadi penumpukan dan pertemuan antara jemaat di sesi sebelumnya dan setelahnya.

“Jadi kita menjaga agar tidak ada penumpukan sehingga tidak menimbulkan kerumunan. Selain itu, di jeda waktu itu kami juga melakukan penyemprotan desinfektan sebelum memulai sesi misa selanjutnya,” katanya.

Usai meninjau Gereja Kristus Radja, dengan tetap mengendarai motor, Gubernur Khofifah dan Forkopimda langsung menuju Gereja GPIB Immanuel di Kecamatan Bubutan Surabaya. Kedatangan Gubernur Khofifah dan rombongan diterima langsung oleh Pendeta Helena Joseph Mauw, STH.

Seperti halnya Gereja Kristus Radja, Gereja GPIB Immanuel juga menerapkan protokol kesehatan ketat. Seperti pengecekan suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan dan lain-lain. Termasuk daya tampung jemaat yang hanya 25 persen dari kapasitas gereja.

Selain itu, jemaat yang mengikuti misa harus mendaftar terlebih dahulu dan ada batasan usia. Di mana balita, anak-anak, dan lansia dilarang mengikuti misa secara langsung di gereja, dan disarankan mengikuti secara live streaming.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Khofifah sekaligus menyerahkan bantuan kepada gereja-gereja tersebut berupa alat-alat kesehatan seperti disinfektan, pakaian hazmat, hand sanitizer, face shield, dan thermo gun.

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Selasa, 02 Maret 2021 10:04 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Para tokoh konservatif di-bully. Gara-gara mereka dikabarkan menyembah berhala emas Donald Trump. Ini mengingatkan pada kasus jaman Nabi Musa. Tapi pendeta Tommy Zegan, sang pembuat patung membantah. Lalu bagaimana...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...