Kawasan JIIPE di Kecamatan Manyar yang menjadi KEK. (foto: ist)
"Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, dengan adanya KEK JIIPE diharapkan akan mampu memberikan kontribusi ekspor sebesar ± USD10,17 miliar per tahun setara Rp141,1 triliun ketika beroperasi penuh, serta substitusi impor pada produk industri metal dan kimia. Selain itu, serapan tenaga kerja juga diasumsikan dapat mencapai angka 199.818 orang tenaga kerja langsung saat beroperasi penuh," jelasnya.
Mifti lebih jauh mengatakan, PT BKMS selaku pengusul KEK JIIPE menyatakan kesiapannya melalui ketersediaan infrastruktur dalam kawasan JIIPE dan infrastruktur wilayah sebagai penunjang kawasan JIIPE, adanya pelabuhan laut dalam, akses tol, pelebaran jalan Deandles, dan kereta api, serta telah adanya komitmen dari anchor investor untuk mengembangkan smelter tembaga di dalam lokasi KEK.
Menurut Mifti, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Sidang Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK) yang diwakili oleh wakil gubernur menyampaikan mendukung proyek KEK JIIPE dan menyatakan kesiapan aksesibilitas Gresik dalam kaitan dengan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) yang turut diinisiasi bersama pemerintah provinsi telah beroperasi dan diharapkan meningkatkan kelayakan industri yang ada di KEK yang diusulkan.
"Terkait dengan perizinan Pemprov Jawa Timur siap mengakselerasi perizinan yang diperlukan, baik yang diperlukan oleh pengelola maupun tenant atau calon Investor," terangnya.
Mifti menambahkan, kawasan KEK JIIPE dikembangkan di atas lahan seluas 2.125 hektare, mencakup kawasan industri 1.719 hektare, pelabuhan multiguna 406 hektare. Akses KEK JIIPE untuk menjangkau pasar internasional domestik dan global adalah pelabuhan laut, Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, dan jalur kereta api.
"Selain itu, KEK JIIPE juga dilengkapi pelabuhan laut dengan empat dermaga dan total area berlabuh 6.200 meter, dan dapat melayani vessel hingga 100.000 DWT," pungkasnya. (hud/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






