Kamis, 22 April 2021 23:44

​Hilangkan Spirit Keagamaan, IHM Minta SKB Tiga Menteri Dicabut

Senin, 15 Februari 2021 18:56 WIB
Editor: MMA
​Hilangkan Spirit Keagamaan, IHM Minta SKB Tiga Menteri Dicabut
KH. M. Muhammad Yusron Shidqi. Lc., M.A. Foto: ist

DEPOK, BANGSAONLINE.com - Direktur Eksekutif Institut Hasyim Muzadi (IHM) KH. M. Muhammad Yusron Shidqi, Lc., M.A. mendesak agar Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri soal atribut dan seragam sekolah dicabut.

Putra KH. Ahmad Hasym Muzadi yang akrab dipanggil Gus Yusron itu mengungkap beberapa alasan mendasar.

“SKB Tiga Menteri ini bertentangan dengan Permen nomor 45 tahun 2014 berkenaan dengan pasal 3 ayat 4 poin d yaitu Pakaian seragam khas sekolah diatur oleh masing-masing sekolah dengan tetap memperhatikan hak setiap warga negara untuk menjalankan keyakinan agamanya masing-masing,” tegas Gus Yusro dalam keterangan tertulisnya yang diterima BANGSAONLINE.COM, Senin (15/2/2021).

Selain itu, kata Gus Yusron, SKB Tiga Menteri ini bertentangan dengan Sisdiknas berkenaan pasal 12 tentang peserta didik. Bahkan, menurut dia, bertentangan dengan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

BACA JUGA : 

Isu Reshuffle Menguat, Ning Lia Usulkan Kiai Asep dan Prof Ridlwan Nasir Gantikan Nadiem Makarim

Kemendikbud Ceroboh, Pesantren Tebuireng Desak Minta Maaf dan Tarik Naskah Kamus Sejarah Indonesia

Diskriminatif ke NU, Pimpinan DPRD Jatim Minta Kamus Sejarah Indonesia Terbitan Kemendikbud Ditarik

​Ida Fauziyah, Moeldoko, dan Nadiem Makarim Diisukan Bakal Direshuffle

“Jika dikaitkan dengan pendidikan, maka SKB Tiga Menteri ini menghilangkan spirit keagamaan di dalam perundang-undangan pendidikan,” tegas Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Depok Jawa Barat itu.

Ia juga menilai bahwa SKB Tiga Menteri ini tidak mencerminkan pendidikan karena anak-anak usia sekolah dasar dan menengah belum bisa memilih, sementara ia diberi kebebasan untuk memilih.

Menurut dia, SKB Tiga Menteri ini melarang Sekolah dan Pemerintah Daerah untuk mengimbau. “Hal ini bertentangan dengan spirit pendidikan untuk menyampaikan kebaikan dan membiasakan kebaikan,” tegasnya.

Dengan pertimbangan di atas, maka, IHM, kata Gus Yusron, minta SKB Tiga Menteri Nomor 02 / KB / 2021, Nomor 025-199 Tahun 2021 dan Nomor 219 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut Bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan di Lingkungan Sekolah yang Diselenggarakan Pemerinta Daerah Pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah untuk dicabut.

“Kembali saja kepada UUD 1945 dan Pemendikbud nomor 45 tahun 2014 tentang seragams sekolah,” harapnya. (mma)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...