Kamis, 15 April 2021 02:48

Tanya-Jawab: Gadis Minang Ingin Menikahi Keponakannya Sendiri, Begini Hukum Islamnya

Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tanya-Jawab: Gadis Minang Ingin Menikahi Keponakannya Sendiri, Begini Hukum Islamnya
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr.Wb. KH Imam, sebelumnya saya kenalkan saya Cindi dari Padang. Saya asli orang Minang. Seperti diketahui, orang Minang menganut garis keturunan dari Ibu.

Ayah saya memiliki empat istri dengan 13 anak. Saya anak pertama dari istri keempat atau anak yang ke-12. Saudara saya yang nomor dua juga punya keturunan laki-laki. Usianya beda beberapa tahun dengan saya.

BACA JUGA : 

Istri Enggan Beri Jatah Biologis, Ketika Dimarahi Baru Melayani

​Tanya-Jawab: Sejak Pindah Rumah, Kucing-Kucing Saya Mati Mendadak, Mengapa?

Mualaf Bertanya Cara Salat Rawatib dan Salat Sunnah Lainnya

Tanya-Jawab: Saya Yuliana, Ditalak Suami Lewat WA, Resmi Ceraikah Saya?

Ayah saya memiliki empat istri dengan 13 anak. Saya anak pertama dari istri keempat atau anak yang ke-12. Saudara saya yang nomor dua juga punya keturunan laki-laki. Usianya beda beberapa tahun dengan saya.

Dengan anak lak-laki saudara saya itu baru dipertemukan dalam satu tahun terakhir ini. Benih-benih cinta di antara kami ternyata telah tumbuh. Sebagai sesama muslim kami bingung apakah boleh menikah atau tidak? Karena di adat kami menganut garis keturunan ibu yang dilarang untuk menikah.

Saya mohon penjelasannya kiai. Terima kasih jawabannya.

(Cindi, Padang)

Jawaban:

Waalaikummusallam Wr.Wb. Di dalam Islam yang perlu Mbak Cindi ketahui, bahwa kerabat terdekat baik dari garis ayah maupun garis itu adalah mahram (Haram dinikahi). Ini berdasarkan firman Allah :

“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh). Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telahkamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamuceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina.” (QS. An Nisa’:22-24).

Singkatnya kerabat dekat itu Ada dua level. Pertama, misalnya seseorang Haram menikah dengan ayah, kakek, dan seterusnya dalam lurus ke atas atu garis ke bawah misalnya anak, cucu, cicit dalam garis lurus ke bawah. Haram menikah antar famili dekat ini berlaku baik dari garis ibu atau ayah.

Kedua, satu garis ke samping, misalnya saudara (baik seayah atau seibu), dan satu garis menyilang misalnya; anak saudara (keponaan atau paman) baik dari jalur ayah maupun dari ibu. Nah.... anda masuk kategori terakhir ini. Keharaman ini berlaku baik dari jalur maupun dari jalur ibu. Mahram menyamping hanya berlaku dalam dalam satu garis pertama. Garis menyamping kedua, ketiga, dan seterusnya bukan mahram (boleh dinikahi). Ini penjelasan saya. Semoga saya tidak salah memhami narasi anda.

Jadi Anda dilarang untuk menikah dengan saudara yang masih se-ayah tersebut. Saya sarankan Anda mulai belajar secara bertahap untuk melupakannya. Insya Allah akan dapat pasangan yang lebih cocok dan lebih baik. Wallahu a'lam.

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...