JOMBANG (BangsaOnline) – Indikasi pungli dalam pengisian pelaksana tugas (plt) kepala sekolah di dinas Pendidikan Jombang mulai menguat. Pasca pemberitaan yang menyebut adanya penarikan sejumlah uang agar bisa menduduki kursi plt Kepsek, beredar surat yang menguatkan aroma ketidakberesan itu.
Dalam surat yang ditujukan ke Sekretariat PWI Jombang dan sejumlah instansi terkait diantaranya Ketua Komisi D Kabupaten Jombang tertulis, dari 5 kursi Kepala Sekolah Menengah Pertama yang kosong di isi 4 calon kepsek yang sudah antri sejak 2013. Sementara 1 kursi di isi oleh calon kepsek angkatan 2014.
BACA JUGA:
- Soal Dugaan Gratifikasi LKS, Bupati Jombang Tunggu Keterangan Guru Penyusun
- Bupati Panggil Kadiknas Jombang Terkait Bisnis Buku LKS, Siap Beri Sanksi
- Mahasiswa juga Demo Pemkab Jombang, Tuntut Dugaan Gratifikasi Pengadaan LKS Diusut
- Temui Massa Aksi, Kapolres Jombang: Tidak Ada Kompromi Bagi Pelaku Gratifikasi
Masih menurut surat ini, satu cakepsek angkatan 2014 tersebut bukan pemegang nilai tes rekrutment dan nilai hasil diklat tertinggi.
“Bahkan yang bersangkutan, pemegang peringkat 10 besar nilai tertinggi pun tidak,” tambah salah satu sumber yang enggan namanya ditayangkan.
Junaidi, salah satu mantan Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang mengatakan. Adanya temuan ini harus segera disikapi oleh intansi berwenang. Ia mendesak DPRD dan Kejaksaan membentuk tim investigasi guna mengungkap perkara tersebut.
“Saya minta DPRD bahkan Kejaksaan atau Kepolisian segera mengusut kasus ini agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan guru,” tegas Junaidi, senin (16/2/2015).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




