Senin, 10 Mei 2021 02:46

DPD NasDem Surabaya Tolak Mosi Tidak Percaya dan Bantah Tudingan Arogan

Minggu, 14 Maret 2021 18:40 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
DPD NasDem Surabaya Tolak Mosi Tidak Percaya dan Bantah Tudingan Arogan
Fatchul Muid, Wakil Ketua DPD Partai NasDem Surabaya. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - DPD Partai NasDem Kota Surabaya buka suara soal tuntutan mosi tidak percaya dari kelompok yang mengklaim mewakili 26 DPC NasDem se-Surabaya. Wakil Ketua DPD NasDem Surabaya, Fatchul Muid menilai mosi tidak percaya itu tak mendasar dan berlebihan.

Menurut dia, persoalan yang dipermasalahkan 26 DPC itu bisa diselesaikan melalui musyawarah untuk mencari solusi yang terbaik. 

"Harusnya mereka bersedia duduk satu meja dan bermusyawarah dengan pengurus DPD. Tidak tiba-tiba langsung ke DPW dan melayangkan surat mosi tidak percaya. Sebab DPD masih membuka pintu dialog," tutur Fatchul Muid, Minggu (14/3/2021).

Muid juga membantah tudingan kalau Ketua DPD NasDem, Robert Simangunsong arogan. Menurutnya, sosok Robert itu tegas dan keras, tapi tidak arogan.

BACA JUGA : 

Jalin Silaturahmi, Nasdem Jatim Gelar Safari Ramadan di Ponpes Roudlotun Nursalim Podokaton Pasuruan

Buka Bersama Nasdem, Ini 4 Pesan Penting Kiai Asep pada Surya Paloh, Erick Thohir & Choirul Tanjung

Terima Kunjungan Nasdem Jatim, Gus Barra: Kami Menyambut Baik Semua Partai Politik

Kunjungi BIN Cigar Jember, ​Wakil Ketua DPR RI Minta Ekonomi Kerakyatan Lebih Digiatkan Lagi

Mantan anggota DPRD Surabaya ini mengakui kata-kata Ketua DPD memang keras. "Tapi itu memang soal dialek saja. Hal itu adalah faktor bawaan atau genetik, tapi hatinya baik. Saya kira keras tidak bisa disamakan dengan arogan. Ini masalah persepsi saja. Aslinya Kakak Robert orang yang baik, hatinya lembut," imbuh Muid.

Perihal dana bantuan politik (banpol) dari Kesbangpol ke DPD Partai NasDem Surabaya yang menjadi pemicu gerakan mosi tidak percaya, Muid mengatakan hal itu sudah dipertanggungjawabkan penggunaannya. Baik ke Kesbangpol maupun laporan ke DPW Partai NasDem Jatim.

Karena itu, ia menilai terlalu berlebihan kalau mempermasalahkan dana banpol yang peruntukannya memang untuk parpol. Ia mengatakan, dana banpol berasal dari uang negara yang setiap rupiah penggunaannya harus dipertanggungjawabkan.

"Kita tiap tahun pasti serahkan LPJ penggunaan banpol ke Kesbangpol. DPW juga kita serahkan laporannya. Jadi tidak ada masalah sebenarnya karena penggunaannya jelas," pungkas pria kelahiran 14 Maret 1971 tersebut. (mdr/rev)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...