Senin, 10 Mei 2021 03:05

Jual Pupuk Melebihi HET, Ketua DPRD Lamongan Minta Dinas Terkait Sanksi Kios Nakal

Senin, 22 Maret 2021 14:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Jual Pupuk Melebihi HET, Ketua DPRD Lamongan Minta Dinas Terkait Sanksi Kios Nakal
Abdul Ghofur, Ketua DPRD Lamongan.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - DPRD Kabupaten Lamongan menemukan adanya indikasi penjualan pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Saya banyak menerima keluhan dan aduan baik melalui telepon maupun WA (WhatsApp) terkait mahalnya harga pupuk. Ini ada dugaan 'permainan' harga pupuk bersubsidi dari kios dan kelompok tani, sehingga harga jual ke tingkat petani melebihi HET pupuk," ujar Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, H. Abdul Ghofur saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com di ruang kerjanya, Senin (22/3).

Menurut dia, dari pengakuan sejumlah petani, mereka mendapatkan pupuk dengan harga melebihi harga yang dipatok pemerintah. Urea yang seharusnya Rp 85 ribu dijual Rp 110-120 ribu per sak. Sedangkan Petroganik Rp 32 ribu dijual Rp 40 ribu.

"Oleh karena itu, saya selaku wakil rakyat dan Ketua DPRD Lamongan mengimbau dan berharap para distributor, kios, dan kelompok tani jangan memanfaatkan situasi menaikkan harga yang tidak wajar," ujarnya.

BACA JUGA : 

Mantan Bupati Lamongan Fadeli Meninggal Dunia

Libur Lebaran, RSUD dr. Soegiri Lamongan Siagakan IGD 24 Jam

Jelang Lebaran, Ketersediaan Sembako di Lamongan Terpantau Masih Aman

Polres Lamongan Ringkus 12 Pemuda Terlibat Aksi Kekerasan, di Antaranya Sempat Lawan Petugas

Ghofur mewanti-wanti pihak yang berani main-main dengan harga pupuk. Ia meminta dinas terkait memberikan sanksi kepada kios nakal tersebut, karena pemerintah sudah menentukan harga dasarnya.

"Jangan mempermainkan harga pupuk karena pupuk merupakan kebutuhan pokok petani setiap musim tanam. Jangan dipersulit dan harganya harus normal, sehingga tidak memberatkan petani," ujarnya

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan Muhammad Zamroni mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan terus melakukan monitoring secara rutin terkait harga pupuk.

"Disperindag dan tim gabungan terus melakukan monitoring terkait harga pupuk bersubsidi di pasaran atau sampai ke petani," ujarnya saat dikonfirmasi. (qom/rev)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...