Abdul Ghofur, Ketua DPRD Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - DPRD Kabupaten Lamongan menemukan adanya indikasi penjualan pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"Saya banyak menerima keluhan dan aduan baik melalui telepon maupun WA (WhatsApp) terkait mahalnya harga pupuk. Ini ada dugaan 'permainan' harga pupuk bersubsidi dari kios dan kelompok tani, sehingga harga jual ke tingkat petani melebihi HET pupuk," ujar Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, H. Abdul Ghofur saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com di ruang kerjanya, Senin (22/3).
BACA JUGA:
- Libur Panjang Iduladha, KAI Catat Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang
- Stadion Surajaya Rusak di Sejumlah Titik, Disbudporapar Lamongan Ajukan Perbaikan ke Kementerian PU
- Eks Kepala UPT Bantah Isu Jual-Beli Kios Pasar Hewan Bakalanpule Lamongan
- Pupuk Indonesia & Polres Lamongan Kawal Ketat Distribusi 195 Ribu Ton Pupuk Subsidi
Menurut dia, dari pengakuan sejumlah petani, mereka mendapatkan pupuk dengan harga melebihi harga yang dipatok pemerintah. Urea yang seharusnya Rp 85 ribu dijual Rp 110-120 ribu per sak. Sedangkan Petroganik Rp 32 ribu dijual Rp 40 ribu.
"Oleh karena itu, saya selaku wakil rakyat dan Ketua DPRD Lamongan mengimbau dan berharap para distributor, kios, dan kelompok tani jangan memanfaatkan situasi menaikkan harga yang tidak wajar," ujarnya.
Ghofur mewanti-wanti pihak yang berani main-main dengan harga pupuk. Ia meminta dinas terkait memberikan sanksi kepada kios nakal tersebut, karena pemerintah sudah menentukan harga dasarnya.
"Jangan mempermainkan harga pupuk karena pupuk merupakan kebutuhan pokok petani setiap musim tanam. Jangan dipersulit dan harganya harus normal, sehingga tidak memberatkan petani," ujarnya
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan Muhammad Zamroni mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan terus melakukan monitoring secara rutin terkait harga pupuk.
"Disperindag dan tim gabungan terus melakukan monitoring terkait harga pupuk bersubsidi di pasaran atau sampai ke petani," ujarnya saat dikonfirmasi. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




