Kamis, 13 Mei 2021 13:25

​Ngawioboro, Malioboro ala Ngawi Tetap akan Jadi Sentra Pedagang Kaki Lima, Tapi ...

Senin, 22 Maret 2021 18:36 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
​Ngawioboro, Malioboro ala Ngawi Tetap akan Jadi Sentra Pedagang Kaki Lima, Tapi ...
Kawasan Jl. Yos Sudarso atau Ngawioboro.

NGAWI, BANGSAONLINE.com -  Kawasan pedagang kaki lima ala Malioboro di sepanjang Jl. Yos Sudarso Kota Ngawi akhirnya diperuntukkan pedagang siap saji. Hal ini pun memantik kontroversi, utamanya dari para PKL.

Awalnya, proses pembangunan kawasan PKL yang menelan angggaran Rp 9 miliar tersebut memang dipersiapkan untuk para pedagang kaki lima. Namun usai diresmikan, ternyata di sepanjang kawasan menuju Alun-alun Merdeka Ngawi tersebut tidak diperbolehkan untuk pedagang.

"Sesuai nomenklaturnya memang kawasan pedagang kaki lima. Nah di tengah perjalanan sempat ada perubahan," jelas Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Selama proses pembangunan hingga diresmikan, kawasan ala Malioboro tersebut telah memang banyak menuai kritikan. Mulai dari dihilangkannya jalur lambat, hingga terakhir terkait larangan adanya pedagang kaki lima.

BACA JUGA : 

Peduli Terhadap Sesama, Kapolres Ngawi Bersama Bhayangkari Bagi-bagi Takjil

Bupati Ngawi Izinkan Warga Salat Idulfitri di Masjid dan Lapangan dengan Sejumlah Persyaratan

Covid-19 di Ngawi Menunjukkan Tren Kenaikan, Anggota TNI Blusukan Sosialisasikan Prokes

Wakapolres Ngawi Kukuhkan Pengurus Da'i Kamtibmas

Padahal sebelumnya, kawasan tersebut merupakan tempat bagi belasan pedagang angkringan untuk mengais rezeki.

"Jadi setelah proyek jadi yang ternyata kok bagus untuk taman. Akhirnya eman (sayang) kalau tempat itu jadi kotor karena limbah dari warung," urai Ony.

Karena itu, Pemkab Ngawi akhirnya melakukan kajian. Hasilnya, sepanjang 1 kilometer di kawasan tersebut diperbolehkan untuk PKL, tapi khusus makanan siap saji. Hal tersebut untuk mengembalikan dari fungsi dan nomenklatur sebelumnya, yaitu kawasan pedagang kaki lima.

"Kita hanya mengizinkan untuk pedagang yang siap saji. Kalau ada nasi goreng, berarti nasi gorengnya sudah dalam kemasan," terangnya.

Menurut Ony, hal itu bertujuan agar di sepanjang kawasan tersebut tidak ada limbah dari pedagang makanan. Sehingga di sepanjang kawasan yang mencontoh Malioboro Yogyakarta itu tetap nyaman bagi masyarakat untuk bersantai.

"Tujuan kita hanya menjaga keindahan saja di kawasan itu. Untuk tempat pedagang akan kita sediakan kotak-kotak yang rapi," pungkasnya. (nal/ian)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...