Kamis, 15 April 2021 02:51

Soal Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca, Kiai Afif Sebut dalam Fiqh ada Istihalah, Apa Maksudnya?

Selasa, 23 Maret 2021 14:41 WIB
Editor: MMA
Soal Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca, Kiai Afif Sebut dalam Fiqh ada Istihalah, Apa Maksudnya?
KH Afifuddin Muhajir

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Vaksin AstraZaneca menimbulkan kontroversi setelah diketahui mengandung tripsin babi. Namun KH Afifuddin Muhajir mengatakan bahwa ilmuwan kimia mengatakan bahwa tripsin hewan yang diproses untuk menjadi vaksin telah mengalami perubahan kimia. Yakni perubahan yang menghasilkan jenis dan sifat materi yang berbeda dari zat semula.

“Di dalam ilmu fiqh, perubahan seperti ini dikenal dengan istilah istihalah (استحالة),” kata Kiai Afifuddin Muhajir dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/3/2021).

Menurut dia, di kalangan fuqaha (ahli fiqh) terjadi perbedaan pendapat tentang istihalah. “Sebagian mereka berpendapat bahwa semua benda najis termasuk anjing dan babi bisa menjadi suci dengan istihalah. Sementara (ahli fiqh) yang lain berpendapat bahwa istihalah hanya dapat menyucikan kulit bangkai selain kulit anjing dan babi dengan cara disamak, dan khomr (arak-red) ketika berubah menjadi cuka,” kata wakil pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo itu.

BACA JUGA: Soal Tripsin Babi pada Vaksin AstraZeneca, Ketua MUI: Haram tapi Boleh karena Darurat

Kiai Afif – panggilan Kiai Afifuddin – menjelaskan, sejatinya kita lebih memilih mengikuti pendapat yang kedua tentang istihalah karena itu lebih berhati-hati dan sekaligus kita terlepas dari kontrofersi (الخروج من الخلاف مستحب).

BACA JUGA : 

​Tokoh, Dokter, Jenderal dan DPR Ramai-Ramai Vaksin Nusantara, Loh AstraZeneca dan Sinovac?

Vaksin Nusantara Dimatikan, Tapi Jenderal Ini Antre Divaksin Nusantara, Cinta Produk dalam Negeri

Jelaskan Alasan Mudik Lebaran Dilarang, Anggota DPR RI Aminurokhman Beri Contoh Kasus di India

Inilah Kisah Pasien Covid-19 Pertama di Indonesia yang Diisukan Penari Telanjang

Kiai Afif – panggilan Kiai Afifuddin – menjelaskan, sejatinya kita lebih memilih mengikuti pendapat yang kedua tentang istihalah karena itu lebih berhati-hati dan sekaligus kita terlepas dari kontrofersi (الخروج من الخلاف مستحب).

“Namun pendapat yang pertama bisa menjadi jalan keluar ketika kita sedang dalam himpitan situasi dan kondisi seperti saat ini. Itu mungkin maksud dari pernyataan bahwa perbedaan pendapat di kalangan ulama adalah rahmah (اختلاف أمتي رحمة),” katanya sembari menulis والله أعلم (Allah Maha Mengetahui). (mma).

BACA JUGA: Jokowi: Vaksin AstraZeneca akan Digunakan di Lingkungan Pondok Pesantren

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...