Rabu, 28 Juli 2021 21:00

Gelar Audiensi, ​LSM Komad Pertanyakan Ketegasan Bea Cukai Madura Soal Pemberantasan Rokok Ilegal

Jumat, 26 Maret 2021 16:05 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yeyen
Gelar Audiensi, ​LSM Komad Pertanyakan Ketegasan Bea Cukai Madura Soal Pemberantasan Rokok Ilegal
Kepala Bagian Seksi Kepatuhan dan Internal Penyuluhan Bea Cukai Madura Zainul Arifin. (foto: ist)

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan Anggota LSM Komad (Komunitas Monitoring dan Advokasi) menggelar audiensi dengan Bea Cukai Madura di Jalan P. Sudirman Kabupaten Pamekasan, Jumat (26/3/2021).

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan soal mengapa pihak bea cukai sampai saat ini belum bisa menemukan keberadaan dan memproses para pemilik rokok ilegal tanpa pita yang beredar di Pulau Madura khususnya di Kabupaten Pamekasan.

Ketua LSM Komad Zaini Werwer mengatakan bahwa persoalan rokok bodong yang setiap tahunnya selalu meningkat selalu menjadi persoalan yang dilematik. “Persoalan ini masih menjadi perhatian khusus bagi kami, sehingga bea cukai bisa meningkatkan evaluasi sebagai bentuk pengawasan, kalau perlu ada penindakan terhadap beberapa toko dan supplier, sehingga di situ tampak pengurangan grid terhadap peredaran rokok bodong,” jelasnya.

Zaini Werwer berharap kepada pihak bea cukai agar segara mengusut tuntas kasus rokok bodong khususnya di Kabupaten Pamekasan. “Kalau sudah ada BB (barang bukti) yang diamankan dan terbukti itu rokok bodong, maka di sini pasti ada pembuatnya. Oleh karena itu, kami menekankan agar pihak bea cukai tegas dan memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku,” terangnya.

BACA JUGA : 

Kabupaten Pamekasan Dapat DBHCHT Terbesar di antara 4 Kabupaten di Pulau Madura

Bina Pabrik Rokok Lokal, Pemkab ​Pamekasan Segera Bangun KIHT di Desa Gugul

​Bea Cukai Madura Terlibat Produksi Rokok Ilegal-Kongkalikong Pengusaha? Ini Penjelasan Humasnya

Dobrak Pasar Global, Bea Cukai Madura Bersama IKM Ekspor Enam Produk Unggulan ke Singapura

Dia menegaskan, LSM Komad memberikan tenggang waktu satu minggu kepada pihak bea cukai atas tuntutannya. Kalau tidak ada tindakan tegas, maka pihaknya akan melanjutkan dan berangkat ke Kanwil Provinsi Jatim, dan bahkan persoalan ini akan ditindaklanjuti ke kementerian dan pemerintah pusat. “Pokoknya sebelum puasa ini, kalau masih belum ada tindakan tegas, kami akan berangkat dan tindak lanjuti sekalipun ke pusat,” tegas Zaini Werwer.

BACA JUGA: Diduga Ada Mafia, Bea Cukai Madura Didemo Komad, Puluhan Wartawan Dilarang Masuk

Terpisah, Kepala Bagian Seksi Kepatuhan dan Internal Penyuluhan Bea Cukai Madura Zainul Arifin menjelaskan bahwa pihaknya memang berhasil mengamankan 2 juta batang rokok tanpa pita dari hasil laporan masyarakat. “Kami mengamankan 2 juta batang rokok ilegal itu di rumah warga, toko, dan di pasar tradisional,” katanya ketika dikonfirmasi, Jumat (26/3/2021).

Dia menambahkan bahwa tidak mudah mengungkap kasus pemilik rokok ilegal yang saat ini masih dalam proses pengembangan tersebut. Pasalnya, untuk mengungkap hal tersebut perlu adanya koordinasi dengan penegak hukum lainnya dan harus melalui pertimbangan yang matang. “Jadi untuk BB yang kami amankan itu bukan berasal dari pabrikan. Dan kami pastikan untuk yang rumahan itu tidak terlibat," ujarnya.

"Kami memastikan rokok yang resmi terdaftar dan masuk di data bea cukai sekitar 50 perusahaan rokok di Madura. Kalau yang tidak resmi kami belum bisa memastikan. Yang jelas untuk sanksi yang diatur dalam UU itu, barang siapa yang membawa dan menawarkan itu kena sanksi pelanggaran khusus berupa denda,” tegasnya. (yen/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...