Rabu, 21 April 2021 13:07

Dianggap Mengandung Tripsin Babi, Kiai Asep Tolak Vaksin Jenis AstraZeneca

Minggu, 04 April 2021 20:08 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rochmad Aris
Dianggap Mengandung Tripsin Babi, Kiai Asep Tolak Vaksin Jenis AstraZeneca
Ainul Yaqin bersama Kiai Asep.

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim, M.A. tetap teguh dengan pendiriannya, tidak setuju dengan vaksin jenis AstraZeneca, karena mengandung tripsin pankreas babi. Meski demikian, ia sangat setuju dengan program vaksinasi nasional.

Penolakan Kiai Asep terhadap vaksin jenis AstraZeneca itu telah sesuai dengan penjelasan Ainul Yaqin, ahli farmasi yang bertugas di LPPOM. Ainul menerangkan, vaksin AstraZeneca memang terletak pada tripsin yang berasal dari pankreas babi.

Adapun pankreas babi adalah merupakan sebagai salah satu kompenen media yang digunakan dapat menumbuhkan bakteri e-coli.

Sebelumnya, Kiai Asep, sapaan Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim yang merupakan Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Amanatul Ummah di Surabaya dan Mojokerto, dan Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Mojokerto tersebut menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca tidak diperkenankan divaksinkan kepada seluruh santri di pondoknya yang berjumlah 12 ribu orang.

BACA JUGA : 

Di Lumajang, Kiai Asep Tawari Beasiswa Anak Suami-Istri yang Meninggal Akibat Tertimpa Batu

Kiai Asep-Gus Barra Buka Bersama Korban Gempa, Sumbang 6 Ton Beras, Mie, Mukena, dan Uang

Dahlan Iskan Tak Lolos Relawan Uji Coba Vaksin Nusantara, Dr Puruhito Komen Soal Vak-Nus

Terima Bantuan Paket Sembako, Korban Gempa Berterima Kasih kepada ASC Foundation

Sebab, ia menjelaskan bahwa Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 yang ditandatangani pada 16 Maret 2021 lalu, menyatakan vaksin AstraZeneca haram mubah liddoruroh, yang artinya mubah boleh dipakai apabila darurat.

"Tapi ketika daruratnya hilang, maka hukumnya haram mutlak. Karena di Ponpes Amanatul Ummah tidak ada kedaruratan, maka hukumnya haram mutlak," jelasnya.

Kiai Asep juga menegaskan bahwa ia sama sekali tidak melawan pemerintah mengenai program vaksinasi. Ia justru sangat setuju dengan pelaksanaan vaksinasi secara nasional. "Kalau vaksin yang tidak mengandung tripsin pankreas babi, silakan masuk Amanatul Ummah," tegasnya.

"Saya dari awal sangat mendukung program pemerintah pusat dan gubernur, mengenai pelaksanaan vaksinasi nasional. Namun, asalkan jangan jenis vaksin AstraZeneca," tegasnya lagi. (ris/ian)

Video Terkait

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 21 April 2021 06:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Mengerikan. Mobil mewah Tesla terbakar. Yang menjadi misteri, tak ditemukan mayat di kursi kemudi. Mayat hanya ditemukan di kursi samping dan jok belakang.Apa sistem autopilot yang jadi kebanggaan Tesla tidak berfung...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...