Minggu, 01 Agustus 2021 05:56

Tinjau Belajar Tatap Muka, Wabup Syah: SMPN 2 Watulimo Bisa Jadi Contoh Sekolah Lain

Selasa, 06 April 2021 23:08 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Tinjau Belajar Tatap Muka, Wabup Syah: SMPN 2 Watulimo Bisa Jadi Contoh Sekolah Lain
Wabup Trenggalek Syah Natanegara saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di SMPN 2 Watulimo. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka memastikan penerapan protokol kesehatan saat proses belajar mengajar secara tatap muka, Wakil Bupati Trenggalek Syah Natanegara melakukan peninjauan di SMPN 2 Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Selasa (6/4/21).

Usai peninjauan, Wabup Syah Natanegara mengaku senang dengan pelaksanaan belajar tatap muka di SMPN 2 Watulimo, karena telah menerapkan protokol kesehatan.

"Saya senang melihat protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah dan Kementerian Pendidikan benar-benar dilaksanakan," kata Syah.

Syah melihat bahwa SMPN 2 Watulimo telah menerapkan prokes antara lain, semua siswa yang masuk sekolah melalui satu pintu. Kemudian seluruh siswa yang hendak masuk ruang sekolah diwajibkan untuk cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh.

BACA JUGA : 

Pemprov Jatim Kejar Target Vaksinasi 70 Persen Pelajar untuk Kekebalan Komunal

Peringatan HANI Secara Virtual, Wapres Ma'ruf Amin Minta Kampung Tangguh Bersinar Digencarkan

Ke mana Alokasi Dana Pinjaman Daerah Rp 200 Miliar? Ini Penjelasan Sekda Trenggalek

Gelar Pelatihan 4 Hari, Pemkab Trenggalek Harapkan BUMDesa Mampu Jawab Tantangan Ekonomi Global

"Dengan begitu protokol kesehatan benar-benar terjaga," ucapnya.

Ia berharap proses belajar secara tatap muka yang kini tengah diterapkan di SMPN 2 Watulimo bisa menjadi contoh bagi sekolah yang lain.

Sementara Kepala SMPN 2 Watulimo, Dono Widigdo mengatakan bahwa belajar secara tatap muka hanya dikhususkan bagi siswa kelas IX.

"Ada 4 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 125 siswa. Nantinya dalam pembelajaran tatap muka ini kita bagi per ruang sebanyak 16 siswa saja. Tujuannya agar tercipta jarak aman antar siswa," jelasnya.

Selain itu, belajar secara tatap muka ini hanya diberi waktu 3 jam dan tidak ada waktu untuk istirahat. Alasannya, agar tidak ada kesempatan bagi siswa untuk saling berkumpul satu sama lainnya. (man/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...