Rabu, 21 April 2021 12:50

Tinjau Belajar Tatap Muka, Wabup Syah: SMPN 2 Watulimo Bisa Jadi Contoh Sekolah Lain

Selasa, 06 April 2021 23:08 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Tinjau Belajar Tatap Muka, Wabup Syah: SMPN 2 Watulimo Bisa Jadi Contoh Sekolah Lain
Wabup Trenggalek Syah Natanegara saat meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di SMPN 2 Watulimo. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka memastikan penerapan protokol kesehatan saat proses belajar mengajar secara tatap muka, Wakil Bupati Trenggalek Syah Natanegara melakukan peninjauan di SMPN 2 Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Selasa (6/4/21).

Usai peninjauan, Wabup Syah Natanegara mengaku senang dengan pelaksanaan belajar tatap muka di SMPN 2 Watulimo, karena telah menerapkan protokol kesehatan.

"Saya senang melihat protokol kesehatan sesuai instruksi pemerintah dan Kementerian Pendidikan benar-benar dilaksanakan," kata Syah.

Syah melihat bahwa SMPN 2 Watulimo telah menerapkan prokes antara lain, semua siswa yang masuk sekolah melalui satu pintu. Kemudian seluruh siswa yang hendak masuk ruang sekolah diwajibkan untuk cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh.

BACA JUGA : 

Kasus Pencabulan Anak di Trenggalek, Keluarga Korban dan Pelaku Sepakat Lanjutkan Proses Hukum

Dukung Simulasi Sekolah Tatap Muka, Kapolrestabes Surabaya Jadi Pemateri di SMPN 1

Kades Sumput Bantah Persulit Izin Pelaksanaan PTM, Begini Penjelasannya

Persiapkan Sekolah Tatap Muka, Cak Eri Koordinasi Terus dengan Pemprov Jatim

"Dengan begitu protokol kesehatan benar-benar terjaga," ucapnya.

Ia berharap proses belajar secara tatap muka yang kini tengah diterapkan di SMPN 2 Watulimo bisa menjadi contoh bagi sekolah yang lain.

Sementara Kepala SMPN 2 Watulimo, Dono Widigdo mengatakan bahwa belajar secara tatap muka hanya dikhususkan bagi siswa kelas IX.

"Ada 4 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 125 siswa. Nantinya dalam pembelajaran tatap muka ini kita bagi per ruang sebanyak 16 siswa saja. Tujuannya agar tercipta jarak aman antar siswa," jelasnya.

Selain itu, belajar secara tatap muka ini hanya diberi waktu 3 jam dan tidak ada waktu untuk istirahat. Alasannya, agar tidak ada kesempatan bagi siswa untuk saling berkumpul satu sama lainnya. (man/ian)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 21 April 2021 06:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Mengerikan. Mobil mewah Tesla terbakar. Yang menjadi misteri, tak ditemukan mayat di kursi kemudi. Mayat hanya ditemukan di kursi samping dan jok belakang.Apa sistem autopilot yang jadi kebanggaan Tesla tidak berfung...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...