Senin, 14 Juni 2021 09:58

​Buka Puasa Bersama para Perwira, Kiai Asep-Kapolres Mojokerto Gayeng saat Silaturahim

Rabu, 05 Mei 2021 15:02 WIB
Editor: mma
​Buka Puasa Bersama para Perwira, Kiai Asep-Kapolres Mojokerto Gayeng saat Silaturahim
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. saat menerima silaturahim Kapolres Kabupaten Mojokerto AKBP Dony Alexander dan rombongan di Guest House Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Selasa (4/5/2021). foto: mma/ bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. mengundang para polisi di kawasan Kabupaten Mojokerto untuk buka puasa bersama, Selasa (4/5/2021) sore. Namun karena masa pandemik Covid-19, undangan buka bersama itu terbatas pada sekitar 38 perwira. Itu pun dengan protokol kesehatan ketat.

“Kami sangat mengapresiasi tugas-tugas kepolisian. Karena itu kita undang buka bersama. Namun karena kondisi Covid-19, maka undangan kita terbatas kepada para perwira,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim saat memberikan sambutan di Aula Guest House Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Selasa (4/5/2021) sore.

Meski demikian, Kiai Asep tetap memberikan bingkisan kepada semua anggota kepolisian di seluruh Kabuputen Mojokerto. Bingkisan itu dikirim tersendiri. 

“Jumlahnya 948 anggota polisi,” tutur Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com usai acara. Bingkisan itu, antara lain, berupa 5 kg beras per orang.

BACA JUGA : 

​Bangun Rumah Janda Mojokerto yang Terbakar, Kiai Asep: Kita Harus Malu pada Ibu Gubernur Khofifah

Di Depan 200 Ulama, Kiai Asep Buka Rahasia Sukses Bisnis di Pesantren

TGB Zainul Majdi Minta Gus Bara Jadi Ketua Alumni Al-Azhar Jatim

Silaturahim ke Kiai Asep, TGB Zainul Majdi Terkesan Kerja Ekonomi Umat Amanatul Ummah

Dalam acara bersama para perwira itu, Kiai Asep memimpin istighatsah dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, di samping doa untuk diri kita sendiri. Lalu dilanjutkan buka bersama dan salat maghrib.

(Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander menyerahkan parsel kepada Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. foto: mma/ bangsaonline.com)

Namun saat acara buka bersama itu, Kapolres Kabupaten Mojokerto AKBP Dony Alexander belum tampak. Ia baru datang usai buka bersama, setelah salat jamaah maghrib. AKBP Dony datang bersama rombongan kecil.

“Assalamualaikum,” kata kapolres begitu memasuki ruang tamu Guest House Institut Pesantren KH Abdul Chalim.

Sembari menjawab salam, Kiai Asep bangkit dari duduknya menyambut kapolres dan rombongan.

Kapolres AKBP Dony langsung menyerahkan parsel kepada Kiai Asep.

“Loh, apa ini,” tanya Kiai Asep kaget.

Usai menerima parsel, kiai miliarder yang dikenal dermawan itu pun langsung menyerahkan bingkisan atau cendera mata  dalam kemasan tas kepada AKBP Dony Alexander. Kiai Asep juga membagikan bingkisan yang dikemas dalam tas itu kepada anggota rombongan yang mengikuti AKBP Dony Alexander.

(Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. menyerahkan bingkisan atau cendera mata kepada Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander. foto: mma/ bangsaonline.com)

Acara silaturahim antara Kiai Asep dan Kapolres AKBP Dony berlangsung akrab dan gayeng.

“Kapolresnya masih mudah ya,” kata Kiai Asep.

Namun AKBP Dony menjawab, “Sudah tua, Pak Kiai. Sudah 42 tahun,” kata AKBP Dony. Ia pun langsung membuka masker. Menunjukkan wajahnya secara utuh pada Kiai Asep.

Kapolres mengaku hanya tampilannya saja kelihatan muda. Sampai kadang ada yang memanggil om. Padahal aslinya sudah tua.

Kiai Asep juga menjelaskan tentang Asep Saifuddin Chalim Foundation (ASC Foundation) yang punya misi hanya memberi untuk berbagi. Menurut dia, selain membagikan sembako dan uang kepada rakyat, ASC Foundation juga memberikan pelayanan gratis pada warga Mojokerto yang mau nikah. 

"Kita siapkan empat mobil mewah gratis," kata Kiai Asep sembari menyebut Mercy, Camry, dan Honda Accord. Mobil mewah itu untuk pengantin selama sehari semalam. "Sopir dan BBM kita tanggung semua," kata Kiai Asep.    

Dalam acara itu tampak juga hadir Wakil Ketua DPRD Mojokerto Sholeh.

Kepada BANGSAONLINE.com, Kiai Asep mengatakan bahwa problem bangsa dan negara Indonesia sekarang bukan hanya pandemik Covid-19, tapi juga dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemik Covid-19.

Menurut kiai yang memiliki 12 ribu lebih santri itu, banyak sekali usaha orang-orang kelas menengah ke bawah gulung tikar gara-gara Covid-19. Karena itu sangat tak masuk akal, jika ada orang yang mencoba menghalangi acara buka bersama untuk membagi-bagikan sembako dan uang tunai kepada masyarakat.

“Rakyat kita butuh bantuan. Banyak usaha menengah ke bawah mati dan tutup,” kata Kiai Asep yang dikenal sebagai pendukung fanatik Presiden Joko Widodo-KH Ma’uf Amin dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia justru mengajak semua orang yang mampu untuk berlomba-lomba mengikuti jejaknya untuk berbagi pada orang lain yang membutuhkan, bukan malah menghalangi atau menghentikan.

(Para perwira dalam acara buka bersama bersama Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A.. foto: mma/bangsaonline.com)

Kiai Asep menjelaskan bahwa dirinya tidak hanya mengundang para polisi untuk buka bersama. Tapi juga mengundang semua elemen masyarakat dari 18 kecamatan Mojokerto.

Bahkan saat acara buka bersama para perwira polisi itu digelar, dalam waktu bersamaan juga berlangsung buka bersama Barisan RT (Baret) di Masjid Kampus KH Abdul Chalim yang letaknya bersebelahan dengan Aula Guest House, tempat para perwira polisi itu buka bersama dengan Kiai Asep.

Acara buka bersama semua elemen masyarakat Mojokerto itu berlangsung tiap hari. Dibagi per kecamatan, sampai 18 kecamatan. Acara utamanya juga sama. Yaitu istighatsah dan doa bersama, mendoakan bangsa dan negara, di samping tentu saja diri kita sendiri.

Lalu dilanjutkan buka bersama dan salat maghrib secaa berjamaah.

“Perorang kita bagikan 5 kg beras, sarung, dan uang transport,” tutur Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.com sembari mengatakan bahwa ia juga akan mengundang jajaran TNI di kabupaten Mojokerto.

Kiai Asep mengaku menyiapkan 200 ton beras untuk bantuan kepada masyarakat, di samping puluhan ribu sarung, jarik, air mineral, mie instan, dan tentu saja uang tunai untuk transport. (mma)

Khilafah Proyek Politik Inggris? Ini Alasan Hizbut Tahrir Bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim
Minggu, 13 Juni 2021 14:58 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. K.H. Imam Ghazali Said, M.A. mengungkapkan bahwa upaya menghidupkan sistem pemerintahan khilafah adalah fatamorgana. Tapi Hizbut Tahrir ngotot mau mendirikan khilafah. “Khilafah yang sudah ambruk mau...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...