Senin, 02 Agustus 2021 21:53

Suami Onani, Ini Dosa-Dosa Istri yang Tidak Mau Melayani Suami

Jumat, 18 Juni 2021 10:01 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Suami Onani, Ini Dosa-Dosa Istri yang Tidak Mau Melayani Suami
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A

>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<


Pertanyaan:

Assalamualaikum Kiai Imam yang saya hormati. Saya ingin bertanya problem rumah tangga yang saya alami. Saya sudah pisah ranjang dengan istri selama tiga bulan, tapi masih serumah dan semua kebutuhan masih saya tanggung. Sudah berbagai macam upaya saya lakukan untuk rujuk kembali, tapi sia-sia. Akhirnya saya hanya bisa pasrah, meski belum bercerai.

BACA JUGA : 

Hati-hati dengan Nazar, Begini Konsekuensi Hukumnya Ketika Tak Bisa Memenuhi

Menarik Kembali Pernyataan Hibah yang Sudah Terucap, Bolehkah?

Menjual Daging atau Kulit Binatang Kurban, Bolehkah Kiai?

Saya Sudah Tidak Ada Hasrat Lagi dengan Suami, Harus Bagaimana?

Saya hanya ingin bertanya, untuk memenuhi kebutuhan biologis, saya sering melakukan onani hingga keluar air mani. Istri sudah tidak mau melayani lagi. Yang ingin saya tanyakan, apakah saya dosa melakukan itu? Kalau dosa siapa yang akan menanggungnya? Apakah saya yang onani atau istri yang tidak mau melayani?

Terima kasih banyak atas jawabannya. (Suharjita, Kabupaten Bandung)

Jawaban:

Saya ikut prihatin terhadap kondisi rumah tangga bapak. Terkait pemenuhan hasrat batin yang terhalang karena istri tidak memberikannya, maka perlu saya jelaskan dual ketentuan hukum: Pertama, pemenuhan hasrat seksual pada selain istri itu zina namanya. Zina dalam Islam itu HARAM hukumnya dan masuk kategori dosa besar.

Allah berfirman: "Janganlah kamu mendekati zina, sungguh zina itu perbuatan keji dan jalan yang sangat jahat". (Qs al-Israk: 32 ). Ini, karena zina itu akan merusak tatanan hidup keluarga, nasab, dan masyarakat.

Kedua, pemenuhan hasrat seksual melalui onani juga haram hukumnya. Tetapi dosanya tak termasuk dosa besar seperti zina dan pembunuhan. Nabi bersabda: "Pelaku onani dengan itu dilaknat".

Karena itu, dalam Fikih ada kaidah: Jika seseorang menghadapi dua dosa yang harus dilakukan salah satunya, maka ia dianjurkan untuk bertindak memilih dosa yang paling ringan. Jadi, tindakan bapak beronani itu sesuai dengan kaidah ini.

Masalahnya, apakah istri yang tak memberi "jatah" itu ikut berdosa? Jawabannya, istri terkena dua dosa. Pertama, dosa karena ia tidak memenuhi kewajibannya "melayani hasrat seksual" suami tanpa uzur yang dibenarkan. Tidak memenuhi "kewajiban" demikian masuk kaegori dosa besar.

Nabi saw bersabda: "Jika seseorang (suami) mengajak istrinya ke tikar tempat tidurnya, kemudian ia tidak mau, dan sang suami malam itu marah, maka malaikat mendoakan laknat istri tersebut sampai masuk waktu subuh" (Hr. Bukhari Muslim).

Kedua, tindakan pembangkangan yang berakibat suami melakukan onani itu istri ikut berdosa. Tapi dosa lanjutan pembangkangan yang berakibat suami onani. Bukan dosa onaninya. Karena yang beronani itu suami, maka dosanya... ya ditanggung oleh suami sendiri.

Allah berfirman: "Seseorang tidak bisa menanggung dosa orang lain" ( Qs al-Israk: 15). Demikian, wallahu a'lam.

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...