Warga Manyar ketika beramai-ramai menyingkirkan separator yang ada di tengah jalan depan Tugu Manyar. (foto: ist)
Kemudian, warga dari tiga desa secara gotong royong menyingkirkan separator dari beton tersebut dengan didorong ke tepi jalan. Karena banyak masyarakat yang mengikuti aksi tersebut, sehingga terjadi pengumpulan massa. Akibatnya, kemacetan arus lalu lintas hingga satu kilometer lebih pun terjadi di sepanjang Jalan Raya Manyar, terutama di Pintu Exit Tol Manyar.
Sementara itu, Kepala Desa Manyar Sidomukti Akmad Khasin menyatakan, sebelum warga beramai-ramai menyingkirkan pembatas berupa separator beton dan plastik tersebut, warga tiga desa melalukan rapat.
"Kami, warga dari tiga desa rapat secara mendadak. Ini dilakukan warga lantaran sudah jenuh dengan keberadaan separator tersebut," ucap Akhmad Khasin.
Menurutnya, pemasangan separator tersebut mengakibatkan kerap terjadinya kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi. "Setelah jalan dipasangi separator di sini sering terjadi kecelakaan," ungkapnya.
Menyikapi aksi warga Manyar tersebut, Camat Manyar Mohamad Nadlelah menyatakan bahwa pemasangan separator itu dilakukan untuk mengurangi kemacetan. Namun, kalau warga sekitar keberatan, maka akan dilakukan kajian ulang.
"Jika warga Manyar keberatan, nanti akan dikaji ulang di tingkat kabupaten," pungkasnya. (hud/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




