Korban Bumil Meninggal Saat Perawatan di RS Terus Berjatuhan, Ini Respons DPRD Gresik

Korban Bumil Meninggal Saat Perawatan di RS Terus Berjatuhan, Ini Respons DPRD Gresik Anggota Fraksi Amanat Pembangunan (FAP) DPRD Gresik Faqih Usman. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Korban ibu hamil (bumil) meninggal yang terus berjatuhan lantaran lambannya penanganan saat perawatan di rumah sakit (RS) yang menjadi rujukan, menuai reaksi dari DPRD Gresik.

Anggota Fraksi Amanat Pembangunan (FAP) Faqih Usman, mengatakan bahwa DPRD Gresik menyikapi serius persoalan ini agar tidak kembali terjadi korban.

"Persoalan ini jelas menjadi atensi khusus kami. Makanya, saya akan minta fraksi-fraksi lain dan pimpinan DPRD untuk menyikapi dan cepat mengambil tindakan," ucap Faqih kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (14/7/2021).

Menurut Faqih, hingga saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan ada tiga bumil yang meninggal di RS karena lamban dalam penanganan, dengan berbagai alasan. Di antaranya karena RS penuh dengan pasien Covid-19, sehingga pihak RS tak bisa langsung melakukan penanganan atau pertimbangan lain.

Ketiga korban tersebut, ungkap Faqih, yakni dua warga Kecamatan Panceng, masing-masing dari Desa Pantenan yang tengah hamil 5 bulan dan Desa Petung yang tengah hamil 9 bulan. Kemudian, bumil warga Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan dengan kondisi akan melahirkan.

"Ini persoalan serius yang harus dicarikan solusi bersama di saat kondisi lonjakan pasien Covid-19 saat ini," jelas Ketua DPD PAN Gresik tersebut.

Bahkan menurut Faqih, tak menutup kemungkinan ada kasus yang belum termonitor oleh DPRD. Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik melakukan langkah konkret untuk menyikapi persoalan ini. Misalnya, dengan memberikan kebijakan kepada puskesmas maupun pustu (puskesmas pembantu) dalam penanganan pasien bumil di saat pandemi Covid-19.

"Setelah kasus ini mencuat, nanti kebijakannya seperti apa. Misal, bumil tersebut saat ke puskesmas diberikan prioritas atau penanganan cepat terlebih tanpa harus menunggu lama-lama. Termasuk saat dirujuk di RS. Sebab, hal ini menyangkut dua nyawa manusia," terangnya.

Simak berita selengkapnya ...