Tokoh Besar Tionghoa Minta Saran, Bagaimana Jika Rp 2 Triliun itu Bodong, Ini Kata Dahlan Iskan

Tokoh Besar Tionghoa Minta Saran, Bagaimana Jika Rp 2 Triliun itu Bodong, Ini Kata Dahlan Iskan Dahlan Iskan. foto: ist.

SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Tokoh pers terkemuka Dahlan Iskan menilai bahwa secara hukum kasus yang menimpa Heryanti, anak bungsu Akidi Tio, yang menyumbang Rp 2 triliun pada Kapolda Sumsel, namun belum ada kejelasan, sangat sederhana. Polisi tak perlu memeriksa secara bertele-tele. Barang bukti sudah cukup banyak. "Yang perlu dijaga hanyalah: kalau-kalau dia bunuh diri," tulis Dahlan Iskan di HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com pagi ini, Selasa 3 Agustus 2021.  

Memang. Yang menjadi problem besar tampaknya dampak dari peristiwa tersebut kepada kalangan etnis Tionghoa di Indonesia. Karena itu, tak heran jika seorang tokoh besar Tionghoa lalu menghubungi Dahlan Iskan, minta saran apa yang harus dilakukan jika ternyata sumbangan Rp 2 itriliun itu bodong. Apa saran Dahlan Iskan?

Silakan simak tulisan wartawan handal itu di HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com pagi ini, Selasa 23 Agustus 2021. Selamat membaca:

  

TIGA jam setelah dinyatakan sebagai tersangka, Heryanti masih menghubungi Si Cantik Disway. Masih juga menegaskan uang Rp 2 triliun itu ada.

"Ibu, duitnya tuh ada. Besok baru cair," ujar putri bungsu almarhum Akidi Tio itu kepada Si Cantik.

Berarti, saat Heryanti menelepon itu dia sudah di kantor polisi Polda Sumsel. "Ada apa ya Mas, kok dari kantor polisi dia masih mau telepon saya," tanya Si Cantik pada saya kemarin sore.

Tentu saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Saya sulit membayangkan apakah di kantor polisi Heryanti lagi menganggur. Kok bisa bertelepon. Apakah dia tidak langsung diperiksa secara maraton.

"Kelihatannya dia curi-curi waktu untuk menelepon saya. Begitu ganti saya yang mau bicara dia tutup telepon," ujar Si Cantik dengan lima 'i' itu.

Kemarin malam pun, sebelum paginya Heryanti dibawa ke kantor polisi, Si Cantik masih berhubungan dengan Si Bungsu. Masih bicara bahwa Senin besoknya dana itu pasti cair. Lewat Bank Mandiri. Tapi ketika Senin sudah dinyatakan sebagai tersangka dia masih berani menelepon Si Cantik ''uangnya akan cair besok''. Berarti Selasa hari ini.

Hebatnya pula Senin sore kemarin, Humas Polda Sumsel menyatakan Heryanti belum berstatus tersangka. Itu bertentangan dengan penjelasan Kepala Intel Polda Sumsel beberapa jam sebelumnya. Tentu penjelasan kepala humaslah yang lebih bisa dipegang. Berarti Heryanti belum jadi tersangka.

Minggu malam kemarin Si Cantik mengaku sempat takut tidak bisa tidur. Terlalu membayangkan apa yang akan terjadi Senin keesokan harinya. Apakah uang Rp 3 miliar yang dipinjam Heriyanti benar-benar akan cair.

"Tetap harus tidur. Jangan terlalu memikirkan uang itu," saran saya.

(Sekadar ilustrasi di media sosial beredar bilyet giro senilai Rp 2 tiliun atas nama Heryanti. Pihak Bank Mandiri belum mau berkomentar. foto: tribun medan)  

Sampai jam 22.00, Si Cantik belum juga tidur. Dia WA saya lagi. Tapi saya tidak bisa merespons. Saya lagi Zoom dengan pondok pesantren Singa Putih Munfaridin di Tretes.

Selesai Zoom saya WA dia: harus tidur, please!

Lalu saya pun menutup WA itu dengan bahasa Prancis yang dia kuasai: "passe une bonne nuit de sommeil". Selamat tidur.

"BON NUIT ...," balas Si Cantik. Lalu dia pun tidur.

Simak berita selengkapnya ...